Jumat, 21 Februari 2014

.::Manusia Yang Takkan Mencium Wanginya Surga::.


Semua orang ingin masuk surga. Itu pasti, karena semua orang ingin merasakan kenikmatan dan takut akan pedihnya siksa api neraka. Surga dengan kenikamatan yang ada di dalamnya adalah impian setiap orang tanpa kecuali, begitu pula sebaliknya neraka merupakan tempat yang paling ditakuti oleh seluruh masnusia tanpa kecuali.

Betapa tidak, berbicara masalah neraka adalah berbicara tentang segala bentuk siksa yang ada di dalamnya. Mulai dari minumannya dari besi cair yang dipanaskan dengan nanahnya,
bahan bakarnya dari batu-batu dan manusia, panas apinya yang tujuh puluh kali lipat dari api dunia, kehidupan yang sehari disana sama dengan seribu tahun hidup di dunia, tubuh disiksa hingga hancur lebur kemudian diutuhkan kembali hanya untuk merasakan azab-Nya dan masih begitu banyak siksa yang telah allah siapkan disana. Kita berlindung kepada Allah dari ini semua.

Tentu saja, bagi seorang yang berakal ketika telah mendengarkan siksa yang begitu keras itu, ia akan berusaha dengan sekuat tenaga agar tidak masuk kedalamnya. Hanya orang bodohlah yang mau masuk kedalam neraka.

Jika kita bercermin pada sejarah umat terdahulu, kisah indah para sahabat-sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kita akan menemukan sekelompok manusia yang begitu takut akan siksa tersbut. Jika mereka membaca al qur’an lantas menemukan ayat-ayat tentang siksa api neraka, maka mereka menangis dengan sekeras-kerasnya. Bahkan diantara mereka ada jatuh tersungkur pingsan akan ketakutan itu.

Adalah Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri tercinta nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang merupakan ibu kaum muslimin pernah memohon pada suaminya agar tidak menjadikan ayahnya sebagai imam dalam shalat. Kenapa? Karena jika dia telah membaca surah alfatihah sampai pada ayat “maaliki yaumiddin” (raja yang mnguasai hari kiamat) ia akan menangis dan tidak mampu untuk melanjutkan bacaannya. Subhaanallah.
Adakah kita dapatkan diri kita hari ini seperti itu?
Mari merenung sejenak....

Berbicara  masalah surga adalah berbicara tentang seluruh kenikamatan yang ada di dalamnya. Sampai-sampai rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan kenikamatan itu bahwa ia belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga bahkan hati sanubari ini belum pernah terbetik untuk mersakan dan mengetahui bagaimana nikmatnya surga itu.

Ya... begitu banyak hadits yang menyebutkan tentang kenikmatan-kenikatan yang ada dalam surga. Mulai dari minumannya yang ketika diminum tak akan kehausan lagi, makanan dan buah-buahan yang begitu nikmat dan segar, para wanita-wanita cantik dengan matanya yang indah dan parasnya yang menawan dan masih banyak lagi. Ternyata indahnya yang kita rasakan tatkala mengetahui sifat-sifat surga dan penghuninya dari yang kita baca ini jauh dari aslinya, karena kenikmatannya belum pernah terbetik dalam hati sanubari manusia. Subhaanalallah wallahu akbar. Allahumma adkhilna jannatal firdaus... Aamiin

Siapa yang tidak mau dengan semua ini???? Saya katakan sekali lagi, hanyalah orang bodoh yang menolaknya.

Kalau anda ingin membeli barang indah di pasar yang sudah anda idam-idamkan sejak dahulu, pasti anda sudah menyiapkan dana  yang cukup besar untuk memilikinya. karena harganya pasti sangatlah mahal. Sesuatu yang indah selalu identik dengan tingkat kemahalan harga sebuah barang. Surga ternyata tidak dibeli dengan uang. Bahkan seorang yang miskin bisa dengan mudahnya masuk surga tanpa harus pusing memikirkan darimana ia harus mendapatkan uang untuk membeli surga. Jadi kemiskinan bukanlah musuh bersama yang harus diperangi karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa untuk dibangkitkan bersama orang-orang yang miskin dan beliaupun ingin hidup dalam keadaan miskin.

Tapi surga juga bukanlah sesuatu yang murah. Karena Allah membelinya dengan harta dan nyawa seorang hamba. Silahkan lihat deh...
Allah berfirman:

إن الله اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة. يقاتلون في سبيل الله فيقتلون ويقتلون وعدا عليه حقا في التورىـة والإنجيل والقرآن ومن أوفى بعهده من الله فاستبشروا ببيعكم الذي بايعتم به وذلك هو الفوز العظيم

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, jiwa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga mereka membunuh atau terbunuh. Sebagai janji yang benar dari Allah di dalam taurat, injil dan  Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang kamu lakukan itu. Dan demikian itulah kemenagan yang agung. QS; At-taubah: 111

Tidak butuh uang memang...
Tapi buth kerja keras...
Surga dengan segala kenikamatannya itu adalah barang antik yang tidak semua orang bisa memilikinya. Olehnya kita sebagai mansia yang menginginkan kenikamatan abadi itu, harus mempersiapkan diri kita mulai detik ini.

Tahukah anda kalau ada orang-orang yang tidak akan mencium baunya surga? bahkan memang tidak mau masuk surga... na’udzu billahi min dzalik.
Siapakah mereka?
Inilah orang-orangnya:

1.Orang-orang yang bermaksiat pada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dari Abu Hurairah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ  وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Mereka para sahabat bertanya: wahai rasulullah siapa yang tidak mau itu? Beliau menjawab: siapa yang taat kepadaku maka dia akan masuk surga dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia tidak mau. HR: Bukhari

Taat kepada rasulullah adalah perkara mutlak untuk bisa masuk surga. tidaklah rasulullah shallallahu diutus kecuali untuk membawa kabar gembira tentang surga ini. Taat kepada rasul shallallahu ‘alaihi wasallam meliputi beberapa hal.

a. Mematuhi semua perintahnya
b. Menjauhi larangannya
c. Membenarkan apa yang ia kabarkan
d. Kita tidak menyembah Allah kecuali sesuai apa yang ia syariatakn

Nah, pada poin “d” ini, maksudnya adalah kita tidak membuat hal-hal baru dalam agama yang mulia ini. Karena Allah telah mengatakan bahwa agama ini telah sempurna. Juga rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak pernah kami perintahkan maka dia akan tertolak. HR: Bukhari dan Muslim

Bahkan tidak tanggung-tanggung Allah mengancam orang-orang yang suka membuat perkara-perkara baru dalam agama. Sebagaimana hadits yang terdapat dalam shahih bukhari dan muslim.
Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda “Aku akan mendahului kalian sampai di Al Haudh dan akan dihadapkan kepadaku beberapa orang dari kalian. kemudian ketika aku memberi minum mereka, mereka terhalau dariku maka Aku bertanya “Wahai Rabbku mereka itu sahabat-sahabatku. Dia menjawab “engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu

Yang dimaksud dari hadits ini bukanlah para sahabat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang di usir dari haudh. Melainkan umat-umat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang murtad dan orang-orang yang suka membuat hal-hal baru dalam agama (baca:bid’ah). Karena seorang muslim akan tampak bekas-bekas wudhunya pada hari kiamat kelak. Sebagaimana dalam riwayat yang lain disebutkan dengan kata  “ummati” yang bermakna “ummatku” Juga penjelasan dari para ulama akan hadits ini bahwa yang dimaksud oleh hadits ini adalah orang-orang yang suka membuat perkara-perkara baru dalam agama dan bukanlah para sahabat nabi. Karena Allah telah  berfirman:

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al Fath: 29).

Allah juga berfirman:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga, di bawahnya banyak sungai mengalir; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-taubah : 100)

Olehnya mari taat kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjauhi perkara-perkara bid’ah yaitu perkara-perkara yang tidak diperintahkan dalam agama. Karena itu adalah kemaksiatan kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
2. wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Dari hadits yang begitu mulia ini, hendaknya setiap wanita mulai menyadari dan intropkesi pada dirinya.
Hendaknya ia bertanya apakah pakaian yang saya gunakan sudah sesuai syariat atau hanya ikut-ikut orang saja?
Apakah pakaian ini akan membuatku masuk surga atau tidak mencium wanginya surga??
Jawabannya dia yang tau.

Kriteria pakaian sesuai syariat adalah:
1. Tidak tembus pandang
2. Tidak ketat
3. Tidak memperlihatkan bentuk lekukan tubuh
4. Menggunakan jilbab keseluruh tubuh jika berpergian
5. Tidak memperlihatkan aurat
6. Tidak menggunakan parfum kecuali di dalam rumah untuk suami

Allah subhaanah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS: Al Ahzab: 59)

Inilah bentuk ketaatan kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Kalau tidak taat berarti memang enggan untuk masuk surga. olehnya, kepada seluruh wanita muslimah. Berpakaianlah sesuai syariat karena kalian itu adalah perhiasan dunia yang paling indah dan syaithon menjadikan kalian sebagai panah-panahnya yang paling ampuh menjerumuskan masnusia pada kemaksiatan. Allah membuat syariat seperti ini adalah untuk memuliakan wanita dan bukan untuk menghinakannya. Wanita bukan barang murahan yang bisa dilihat oleh semua orang. Habis dicicipi di buang....

Bukan..

Islam menjadikan wanita layaknya ratu yang tidak bisa dilihat oleh semua orang kecuali sang raja. Begitulah wanita muslimah tidak ada yang boleh mencicipinya dan menikmatinya kecuali suaminya saja. Bagaimana dengan dirimu????


Wallahu A’lam bishshowab   

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar