Senin, 17 Februari 2014

Mungkinkah Anda Telah Kufur Tanpa Sadar?

Nikmat terbesar yang harus selalu disyukuri oleh seorang hamba adalah ketika Allah memberikannya taufik dan hidayah sehingga bisa memeluk agama islam. Ini tentu adalah sesuatu yang sangat mahal karena merupakan syarat mutlak untuk masuk kedalam surga.

Tidak ada satu agamapun di dunia ini yang telah diberikan jaminan dan rekomendasi masuk surga oleh Allah azza wajall keecuali agama islam. Islam datang di zaman rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghapuskan seluruh agama-agama samawi sebelumnya. Agama yang dahulunya juga merupakan wahyu dari Allah melalui nabi-nabi-Nya yang juga memiliki hukum-hukum dan kitab suci. Sehingga tidak diperbolehkan mengimani agama-agama itu saat ini sebagai jalan yang benar atau juru selamat. Karena hal tersbut telah dihapuskan dengan datangnya islam yang mulia.

Seiring berjalannya waktu, islam menjadi agama terbesar dan sangat cepat penyebarannya di dunia. Hal ini menjadikan musuh-musuh islam cemburu dan marah. Kengkuhan kedengkian mereka dari menerima kebenaran, menjadikan mereka selalu berusaha untuk menghadang laju penyeberan agama yang mulia ini, bahkan tidak jarang atau mungkin sudah sering kita dengar pembantaian yang terus dilakukan oleh mereka yang benci dengan islam.

Hari ini, jutaan kaum muslimin tidak sadar kalau mereka sudah msuk ke dalam perangkap orang-orang kafir. Sadar bahwa perang dengan senjata tidak bisa memenangkan kaum pembenci islam ini, maka cara lain ditempuh untuk menghancurkan islam dengan isu cinta dan persatuan.

Olehnya, Raja Louis IX yang tertawan dalam perang salib di Manshurah, Mesir menulis,”
Tidak mungkin meraih kemenangan atas umat Islam melalui peperangan. Kita hanya akan bisa mengalahkan mereka, dengan cara sebagai berikut :

a. menimbulkan perpecahan di kalangan pemimpin umat Islam. Jika sudah terjadi, perluaslah ruangnya sehingga perselisihan ini menjadi faktor yang melemahkan umat Islam.
b.     Tidak memberi peluang berkuasanya seorang penguasa yang shalih di negeri-negeri Islam dan Arab
c.      Merusak pemerintahan di negara-negara Islam dengan suap, kerusakan dan wanita sehingga fondasi bangunan terpisah dengan puncak bangunan.
d.     Mencegah munculnya tentara yang meyakini hak atas tanah airnya, rela berkorban demi membela prinsip tanah airnya.
e.    Mencegah terbentuknya persatuan bangsa Arab di kawasan Arab
f.      Membuat sebuah negara Barat di tengah kawasan Arab, mulai dari Ghaza di sebelah selatan, sampai Antokia di sebelah utara, kemudian ke arah timur, terus memanjang sampai ke Barat. .[1]
Hari ini bukan menjadi hal yang aneh kalau seorang yang mengaku muslim namun dialah yang paling benci akan syariat. Pengaruh perang pemikiran yang bergulir menjadikannya buta akan kebenaran. Jadilah mereka domba-domba yang tersesat yang menjadi incaran para rahib dan para pendeta. Na’udzu billah.

Kurang pahamnya umat islam hari ini akan agama mereka, terkadang membuat mereka lalai dan tanpa sadar mengeluarkan kata-kata yang sangat berbahaya. Akidah menjadi taruhannya, sehingga terkadang ada yang mengeluarkan kata-kata kufur atau perbuatan yang kufur tanpa mereka sadari.

Dan inilah sepuluh pembatal keislaman yang tidak diketahui oleh kaum muslimin:

1.      Menyekutukan Allah dalam beribadah kepada-Nya
Allah subhaanahu wata’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Allah mengampuni dosa selain syirik kepada siapa saja yang dia kehendaki.[2]
Dan Allah juga berfirman:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.[3]
Dan diantara perbuatan itu adalah berdoa pada orang yang telah meninggal dunia, meminta pertolongan kepada mereka, berndzar kepada mereka, dan menyembelih untuk selain Allah. Misalnya menyemblih untuk jin atau untuk kuburan.

2.      Siapa saja yang menjadikan perantara antara dirinya dengan Allah azza wajalla, dia berdoa kepada mereka, meminta syafa’at kepada mereka, dan bertawakkal pada mereka dan bukan pada allah maka mereka telah kafir dengan kesepakatan seluruh ulama
Hal ini juga termasuk pada orang-orang yang datang ke kuburan dan meminta syafa’at kepada penghuni kuburan. Memohon pertolongan kepada mereka dan berdoa kepada mereka. Banyak orang berkata, kami melakukan hal tersebut untuk mendekatkan diri kami kepada Allah. Padahal perbuatan ini adalah perbuatan syirik zaman dahulu.

أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.[4]

Olehnya, tidak diperbolehkan berdoa kepada selain Allah dalam bentuk apapun. Orang yang telah meninggal duniapun sudah tidak bisa melakukan amalan, hanya menunggu kapan semua akan dibangkitan.

Adapun bertawasul pada seseorang ini hanya diperbolehkan hanya kepada orang sholeh yang masih hidup dan bukan pada seseorang yang telah meninggal dunia.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh abu hurairah, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

  إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

Apabila anak cucu adam telah meninggal dunia maka akan terputuslah semua amalannya kecuali tiga hal yaitu: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang selalu mendoakannya.[5]

3.      Siapa saja yang tidak mau mengkafirkan orang-orang kafir, atau ragu dalam mengkafirkan mereka atau memebenarkan mazhab mereka, maka mereka kafir.

Perkara ini yang hari ini banyak terjadi pada kaum muslimin. Para pendakwah pluralisme dan liberalisme banyak mengambil ayat-ayat yang menurut hawa nafsunya sesuai dengan pemahaman keliru mereka, kemudian membuang begitu banyak ayat-ayat yang menjelaskan akan kebatilan pemikiran tersbut.

Satu contoh yang mereka lakukan adalah ketika berdalil dengan ayat yang terdapat dalam surah al baqarah:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.[6]

Jika dilihat sekilas, mungkin saja kita akan meyakini pemahaman orang-orang tersebut. Padahal ayat ini justru membantah pemahan yang mereka. Bisa dijawab dari dua sisi:

1.      Adapun yang dimaksd dengan orang-orang yahudi dan nashrani serta ash shobiin adalah kaum yang dahulu beriman pada nabi-nabi mereka sebelum diutusnya nabi muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena mereka beriman pada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesauatu apapun.
2.   Jelas sekali Allah mengatakan siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amalan-amalan shaleh. Bagaimana dengan keimanan kaum nashrani dan yahudi hari ini? Mereka memperskutukan Allah dan tidak beriman kepada Allah dengan benar. Dan ini adalah dosa paling besar yang tidak akan diampuni oleh Allah azza wajalla. Allah berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ 

عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.[7]
Allah juga berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (٧٢)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", Padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.[8]

Pertanyaannya, diamana mereka letakkan semua ayat-ayat yang begitu jelas seperti ini???

Bersambung......










[1]www.arrahmah.com/read/2012/06/12/20462-serial-perang-salib-modern-3-perang-salib-benarkah.html#sthash.bNKfxcyJ.dpuf
[2] . Qs: An-Nisa: 48
[3] . Qs: Al Maidah : 72
[4] . Qs: Az-zumar: 3
[5] . HR: Muslim
[6] . Qs: Al Baqarah: 62
[7] . Qs: Al Maidah: 73
[8] . Qs: Al Maidah: 73

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar