Sabtu, 15 Februari 2014

Negri Siaga Bencana


Negri siaga bencana
Dimana-mana terjadi bencana
Para pemerhati sudah berfikir kemana-mana
Untuk mengantisipasi jika terjadi bencana

Belum sinabung belum Jakarta
Belum juga yang lain-lainya
Sekarang kelud juga bertutur kata
Masyarakat panik meninggalkan harta
Menyelamatkan nyawa yang tidak dibeli dengan harta


Kasihan negri bhineka tunggal ika
Musibah terus melanda
Rakyat terus sengsara
Beberapa orang justru malah mencari muka

Kini alam angkat bicara
Gemparkan bumi dengan suara
Sorak sorai berbagai peristiwa
Sesakkan nafas sakitkan dada

Tapi aneh dengan masyarakatnya
Ketika musibah melanda
Bukan kembali pada Sang Pencipta
Malah mencari juru kuncinya
Katanya bisa menghentikannya
Kenyataannya tidak bisa berbuat apa-apa

Ini sih belum apa-apa
Dibandingkan dengan yaumul jaza
Semua gunung akan rata
Seperti dedauanan kering terbang di angkasa
Langit kan terbelah dua
Matahari digulung, bintang jatuh berserakan patuh pada Tuhannya

Bayangkanlah jika Allah telah murka
Tidak ada yang bisa menandingi-Nya
Teknologi dan sarana informatika
Tak akan bisa mengalahkan-Nya

Duhai Manusia
Ini hanya dekapan cinta
Karena tak ada lagi panggilan halus yang bisa kalian terima
Kecuali bencana dan malapetaka

Cobalah berterus terang saja
Ketika muadzin mengumandangkan adzannya
Mari kita sholat mari kita menang, apakah kalian menjawabnya?
Atau hanya tidur ngorok acuhkan perintah-Nya?

Semua ini hanyalah peringatan-Nya
Agar kalian kembali pada-Nya
Karena Tuhan telah berkata:

Dan sungguh kami akan timpakan kepada mereka adzab yang kecil di dunia sebelum adzab yang lebih keras di akhirat, semoga dengan itu mereka kembali. Qs: as sajadah: 21

Allah juga berfirman:

Dan kembalilah kalian kepada Tuhan kalian dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepada kalian dan kalian tidak dapat di tolong lagi. Qs: az zumar: 54

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar