Minggu, 16 Februari 2014

Pengorbanan Pohon (baca:ibu) Terhdap Seorang Anak (Cerita Ilustrasi)

Di kisahkan ada sebuah pohon apel yang sangat besar
Disekitar pohon ini ada seorang anak kecil yang bermain dengannya setiap hari
Anak itu biasa memanjat pohon itu dan memakan buahnya, biasa pula dia berteduh di bawahnya untuk tidur.

Sang anak ini sangat mencintai pohon tersebut dan begitu pula sang pohon sangat mencintai anak tersebut.

Zaman berlalu.... anak itupun telah tumbuh besar
Sehingga jadilah anak itu tidak bermain lagi dengan pohon itu setiap hari.

Pada suatu hari, anak ini kembali pada pohon itu dalam keadaan bersedih hati
Pohon itu berkata: kemarilah wahai nak, bermainlah denganku

Anak itu menjawab:
Aku bukanlah anak kecil lagi tuk bermain dengan mu...
Aku menginginkan beberapa permainan dan uang untuk membeli permainan itu

Pohon itu menjawab: duhai nak aku tidak memiliki uang!!!
Akan tetapi, kau bisa mengambil semua buah apel yang ada padaku sehingga kau bisa menjualnya dan mendapatkan uang yang kau inginkan.

Anak itupun bahagia karena tujuannya tercapai.
Mulailah anak itu memanjat pohon itu, mengumpulkan semua buahnya, kemudian dia berlalu meninggalkan pohon tersebut dengan cepat.

Anak itu tidak kembali-kembali setelah kejadian itu.
Sehingga pohon itu menjadi amat sedih dengan kepergiannya

Pada suatu hari, anak ini kembali akan tetapi dia sudah menjadi seorang laki-laki dewasa
Pohon itu sungguh sangat bahagia dengan kepulangan anak tersebut seraya berkata: kemarilah wahai nak bermainlah denganku
Akan tetapi anak itu menjawab: sungguh aku tidak memiliki waktu untuk bermain dengan mu

Kini ku sudah menjadi laki-laki dewasa, menjadi seorang yang beratanggung jawab terhadap keluargaku (istri dan anakku)
Dan kami membutuhkan rumah yang bisa melindungi kami
Apakah engaku bisa membantu kami?

Pohon itu menjawab: duhai nak, maafkanlah daku, aku tidak memiliki rumah
Akan tetapi engkau bisa mengambil semua batang dan rantingku sehingga kau bisa membuat rumah yang au inginkan

Lelaki itupun mengambil semua batang pohon apel itu dan pulang dengan bahagia
Pohon itu begitu bahagia melihat laki-laki itu bahagia... akan tetapi setelah itu, laki-laki itu tidak kembali lagi padanya

Pohon itu kembali menyendiri dengan perasaan sedihnya
Pada suatu hari yang panas dimusim semi
Laki-laki itu kembali pada pohon itu
Pohon itu begitu bahagia dengan kepulangan laki-laki itu

Pohon itu berkata: kesinilah duhai nak, bermainlah deganku
Laki-laki itu menjawab:
Sungguh aku sudah sedikit tua dan aku ingin pergi berlayar mengarungi lautan pada satu tempat untuk istrahat
Apakah engkau bisa memberikanku satu perahu?

Pohon itu menjawab: ambillah batangku dan buatlah perahu ... setelah itu kau bisa berlayar ketempat yang jauh dan kaupun akan bahagia

Laki-laki itu kemudian menebang batang pohon itu dan menjadikannya perahu
Kemudian dia pergi dengan perahu tersebut dan tidak kembali dalam jangka waktu yang sangat lama

Pada akhir cerita,
Laki-laki ini kembali pada pohon tersebut setelah lama meninggalkan pohon itu
Akan tetapi pohon itu berkata:
Maafkanlah aku duhai anakku
Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Tidak ada yang kembali dari padaku
Aku sudah memberikannya semua kepadamu
Buah apel tidak ada

laki-laki itu berkata:
Aku sudah sangat tua nan lemah dan akupun sudah tidak sanggup berdiri dikerenakannya
Pohon itu menjawab: adapun aku duhai yang kucintai...
Aku sudah tidak memilki apa-apa lagi untuk memberikannya kepadamu

Dia pun berkata dengan air matanya yaang jatuh karena kesedihannya:
Duhai,,, yang tertinggal padaku hari ini tinggal akar dan bangkai
Laki-laki itu berkata: semua yang ku ingnkan hanyalah sebuah tempat yang aku bisa istrahat padanya, sungguh aku begitu lelah setelah kehidupan yang bertahun –tahun ini

Pohon itu berkata:
Akar pohon ini jadikanlah ia tempat untukmu beristrahat
kemarilah.... kemarilah... dan duduklah untuk beristrhat kepdaku
laki-laki tua itupun duduk pada akar pohon itu sehingga membuat pohon itu sangat bahagia


Dia tersenyum sedangkan air matanya memenuhi pipinya

Apakah kalian mengetahui siapakah pohon ini?
Dia adalah ibumu

Bukan kisah nyata manun semoga kita bisa mengambil pelajaran akan kasih sayang seorang ibu yang begitu besar pada anaknya.

Semoga bermanfaat

Sumber:
https://www.facebook.com/3eesho.thaqafNafsak/posts/10152349554743647


Penerjemah: Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar