Kamis, 20 Februari 2014

.::Rapuh::.

Daun-daunnya mulai jatuh berguguran
Tersisa ranting-ranting yang siap patah
Akankah masih bisa bertahan?

Namun
Akar ini masih kokoh
Batang ini juga  masih kuat
Akankah harus menyerah???

Tidak...
Ini kan segera berlalu
Hujan pasti akan datang
Menyiram tanah yang mulai tandus

Di sudut kota itu
Di bumi Sriwijaya
Dia masih
telihat tegar
Berdiri sendiri mengadu nasib
Melanjutakn risalah para Nabi
Walau sebenarnya angin topan
Sudah bersedia merobohkannya

Di sudut kota itu
Masih ada musi yang selalu menemaninya
Menghiburnya dalam suasananya
Dengan hembusan angin sepoi-sepoinya

Di sudut kota itu
Ampera masih selalu menggenggam tangannya
Menguatkan......
Mengatakan.......
Masih terdengar  teriakan dan suara tangis
Anqizhuuni....Anqizhuuni....
Akan kah kau pergi meninggalkannya???

Dengan tangisnya??
Dengan rintihnya???
Dengan sakitnya??

Ampera berkata lagi...
Tidak kawan.. kau tidak sendiri
Walau kau hanyalah sebatang kara
Namun keberadaanmu
Bagai gunung yang mngokohkan

Tidak
Perjalanan belum berakhir kawan
Lanjutkan...
Perjalanan ini masih begitu panjang
Memang melelahkan

Tapi..
Di ujung  jalan itu
Dia... Sang Penguasa alam
Sudah menyiapkan untukmu
Surga dan tanah baru

Tanah yang takan pernah tandus
Dengan pelayan-pelayan yang kan selalu menyirami
Dengan wataknya yang sangat halus nan lembut
Wangi kasturi pun menemani

Sabarlah...
Ini bukan tempat mencari pujian
Ini adalah tempat mencari ridho-Nya
Ingatlah....

Al ajru ‘ala qadri masyaqqah

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar