Senin, 17 Februari 2014

Sepenggal Kata Tuk Bangkitkan Asa Yang Kan Hilang

Matahari itu akan tetap bersinar
Ada atau dengan ketidak beradaanmu
Ia kan tetap terus bersinar menyinari semua  
Hingga suatu saat Allah meniadakannya
Karena kau lebih membutuhkannya
Ketimbang ia membutuhkan kamu

Begitulah dengan agama ini
Dia kan terus bersinar
Ada atau dengan ketidak beradaanmu dalam perjuangan
Dalam barisan dakwah ini
Agama tidaklah membutuhkanmu
Akan tetapi kamulah yang membutuhkannya

Jika engkau tidak mau bersamanya
Dia akan pergi meninggalkanmu dengan kemenangannya
Bersama dengan orang-orang yang dicintai oleh-Nya
Jauh pada negri abadi nan elok
Negri Raja yang belum pernah terjamah

Karena itu...
Tetaplah berjuang sekecil apapun bentuknya
Karena kau akan melihat hasilnya
Jangan pernah berkecil hati pada orang yang menertawakanmu
Karena generasi lima lima empat
Tidak takut dengan semua itu...


Wahai....
Kau pria dengan wajah berdebu
Jangan kau malu dengan wajahmu yang kusut itu
Debu-debu itu suatu saat akan  menjadi saksi
Bahwa engkau adalah seorang pejuang yang betul-betul  ikhlashkan hati
Dialah yang akan memasukkanmu kedalam surga yang suci

Sungguh indah perkataan seorang salaf
Dzalaltu thooliban fa’azaztu mathluuban
Aku menghinakan diriku dengan menuntut sesuatu
Maka sesuatu yang ku cari itu justru memuliakan aku

Mari kita berjuang untuk agama ini
Ingat kata kunang-kunang yang kau temui malam itu??

Kalau tak bisa menjadi rembulan untuk membahagiakan
Cukup jadilah kunang-kunang dengan kesahajaan
Memang tidak semua orang bisa menjadi rembulan
Dengan sinarnya dia bisa menyinari banyak orang

Tapi

Jadilah manusia yang seperti kunang-kunang 
Walau terkadang ia hanya cahaya yang kelap-kelip di kegelapan malam
Tapi bisa memberi satu senyuman


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar