Sabtu, 15 Februari 2014

Tangisan Hati

Ahibbati
Duhai yang kucintai

Dengan sedih kugoreskan pena ini
Untuk lara hati terkena duri
Sakit... bak pisau menikam diri

Duri ini...
Takkan terobati
Jika perawi mulai dicaci

Duri ini...
Tak akan pergi
Kala sahabat Nabi
Mulai tak dihormati

Duri ini...
Selalu akan menyakiti
Ketika qur’an ingin diganti
Hati ini merintih tersakiti
Oleh duri kera dan babi

Duhai para punggawa negri
Kapan kau kan sadar diri?
Para syi’i kau biarkan berdiri dan  berlari
Dalam surga yang kau kuasai
Warisan pejuang tak  takut mati

Duhai para pejuang negri
Sungguh kami sangat mencintai
Dirimu dan negri pertiwi
Damai dan cinta dalam negeri

Tapi...
Negeri ini mulai berduri
Kala syi’i mulai meracuni
Dengan aqidah yang tekotori

Duhai yang kucintai
Duhai muslim pecinta damai
Kapan kalian kan sadar diri
Tuk memilki kebahagiaan yang haqiqi
Membiarkan syiah di negri ini
Adalah mengasah pisau belati

Duhai yang kucintai
Duhai para pemerhati
Cukuplah iran sebagai tragedi
Cukuplah iraq sebagai bukti
Cukuplah suria yang kami tangisi
Darah dan semua menjadi bukti
Lalu kapan kau kan memilki hati?

Kala ibu, anak-anak perempuanmu dan istri
Diperkosa dihadapanmu sendiri
Kala anak-anak dipenggal dihadapan orang tuanya sendiri?

Semua ini telah terjadi
Dalam sejarah kelam beberapa negri
Kini negri ini tengah menanti
Apakah sejarah itu akan diulangi
Dalam negeri ibu pertiwi

Na’udzu billahi tsumma na’udzu billahi

Ku katakan sekali lagi
Lawanlah para syi’i
Jangan biarkan dia berlari sesuka hati
Tuk meracuni penduduk negri

Lawanlah dan lawanlah dengan gagah berani
Walau darah ini kan teraliri
Cukuplah saudara-saudaramu di negri para nabi
Yang menjadi korban kekejaman para syi’i

Ingatlah ,keikhlaskan hati
Apapun yang terjadi
Surga dan bidadari  telah  menanti

Dengan menyebut nama Ilahi
Mari kita mulai

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar