Minggu, 13 April 2014

Berdoa Untuk Mayit dan Ziarah Kubur Bagi Wanita

Judul Fatwa:

1. Hukum Mendoakan Seseorang Yang Telah Meninggal Dunia Dimana Semasa Hidupnya Tidak Pernah Melaksanakan Sholat
2. Hukum Menziarahi Kubur Bagi Wanita

Pertanyaan:

Apakah boleh mendoakan mayit [seorang yang telah meninggal dunia] yang dimana semasa hidupnya tidak pernah melakukan sholat walau satu raka’at dan apakah boleh seorang wanita berziarah kubur?

Jawaban:

-Orang yang telah meninggal tersebut yang meninggalkan sholat semasa hidupnya maka dia tidak berhak mendapatkan doa serta tidak mendapatkan penghormatan, karena meninggalkan sholat adalah kekufuran yang mengeluarkan seseorang dari agama. Hal ini berdasarkan pada sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “ pembatas antara hamba dan kekufuran adalah meningglkan sholat.” Juga sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Perjanjianku antara aku dan mereka adalah sholat. Maka barang siapa meninggalkan sholat maka dia kafir.” Serta firman Allah ta’ala:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan. QS. Maryam: 59

-Tidak boleh bagi seorang wanita berziarah kubur karena ada hadits yang berbunyi, “Allah melaknat wanita-wanita yang melakukan ziarah kubur.” Dan penyebabnya sebagaimana dalam hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ irji’na  [Pulanglah kalian/seruan untuk wanita] ini berdosa dan tidak mendapatkan pahala, sesungguhnya kalian memberi fitnah bagi yang hidup dan  mengganggu yang telah meninggal dunia. Rauslullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah berkata kepada fathimah, “ jika seandainya kamu menyusul mereka, kamu tidak akan melihat surga hingga kamu melihat kakek bapakmu. Tidak ada dalil yang menunjukan kebolehan wanita dalam mengunjungi kubur kecuali dalil-dalil umum yang dimaksudkan dengannya kaum pria. Wallahu a’lam.

Nomor Fatwa: 11605

Abdullah ibnu Abdirrahman al Jibrin Rahimahullah

Penerjemah: Muhammad Ode Wahyu

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar