Rabu, 23 April 2014

Jangan Ngaku Cerdas Jika Semut dan Gula Tak Menjadi Ibrah [Pelajaran]

:: Kita semua pasti pernah melihat semut dan gula, ya... ini perkara aksiomatik [perkara yang semua orang sudah tahu dan tidak butuh penjelasan lagi].

:: Bagaimana semut jika mencium aroma gula atau melihatnya?

:: Anak yang berumur empat tahun akan berkata, “semut itu akan datang mencicipi gula tersebut.” Pasti. Ini sesuatu yang pasti, karena fitrah semut memang seperti itu, selalu mencari gula yang manis. Kalau pahit bukan gula namanya.

:: Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika gula tersebut berada pada tempat yang tertutup rapat dan kuat, sehingga aroma gula tersebut tak bisa terdeteksi oleh sang semut?

:: Anak TK akan menjawab, “ semut tidak akan bisa mencicipi gula karena dia terlindungi oleh tempat yang kuat dan kokoh.”

:: Jangan mau dikalah sama anak kecil ya,,,

:: Jika kita punya gula di rumah, pasti hal yang sama akan kita lakukan seperti pada studi kasus di atas. Kita yang memiliki gula, tidak ingin gula kita di cicipi oleh semut dengan berbagai alasan, diantaranya: “penyakit dan tidak mau dapat sisa dari semut.” Ini fitrah, kalau seseorang sudah kehilangan naluri itu, berarti dia lebih bodoh dari seekor semut.

:: Pernah berfikir?

:: Wanita itu manis sama halnya dengan gula .... iya kan???? kamu bohong kalau tidak bilang kaya gitu... hehehe  ini fitrah. Karena Allah telah menjadikan wanita indah di mata setiap laki-laki.

:: Semua laki-laki akan berkata, “kami sangat tertarik pada wanita, ingin
menjaganya, ingin merangkulnya, ingin menggenggam tangannya, ingin menyayanginya. Ingin ini, Ingin itu, dan lain-lainnya karena mereka adalah makhluk yang sangat halus. Saking halusnya, dapat menjadikan seorang raja menjadi budak.”

:: Laki-laki itu ibarat semut sedang mencari gula yang manis. Bohong kalau tidak memebanarkan ini. Akan tetapi wanita itu lebih manis dari gula di mata seorang lelaki, iya kan... . Wanita memang selalu menarik perhatian laki-laki.

:: Maka sepantasnyalah wanita itu ditutupi, agar yang mencicipinya adalah orang yang berhak padanya saja. Bukan semut-semut nakal yang tidak bertanggung jawab. Klau melanggar , pasti ada balasan deh dari Sang Pencipta semut.

:: Kalau punya gula [baca:wanita] dan sanga sayang pada gulamu, anda akan menutupinya agar tidak dicicipi oleh semut [baca: laki-laki lain] karena dikhawatirkan ada penyakit yang dibawa olehnya dan gak mau dapat sisa.

:: Hanya orang bodoh saja yang mau dapat sisa. Betul gak????
:: Maka jangan jadi orang bodoh,

:: Pernah tidak melihat barang yang sangat mahal dalam tokoh??? Pasti terisimpan di dalam tempat yang sangat tertutup rapat, tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali sudah sah jual belinya kan???

:: Pernah tidak lihat barang-barang murah di jual dipinggir jalan??? Semua orang bisa memegangnya, banyak tangan mencobanya, awlanya tidak rusak malah jadi lecet dan tak layak jual lagi. Kalaupun si penjual menutupinya dan berhasil menjualnya, kekecewaan akan dirasakan oleh sang pembeli, betul gak??? Sakit hati... bisa di buang deh barang  murahan itu...

:: Maka pada hakikatnya islam sangat memperlakukan seorang wanita pada tempat yang paling tinggi dan mulia. Jangan deh percaya para penyeru HAM itu, karena otaknya tak lebih pandai dari seekor ayam.

:: Mau lihat buktinya???
:: Mari simak!!!

:: Pernah lihat ayam jantan???? Dia tidak mau kawin dengan ayam jantan juga,, jijik tau...

:: Pernah lihat ayam betina???? Dia tidak mau kawin dengan ayam betina juga,, jijik

:: tapi kalau penyeru HAM melihat laki-laki dan laki-laki nikah harus di bela, begitu juga kalau wanita dengan wanita harus di bela. Alasan HAM,, . Mana yang pandai coba, ayam atau.... anda yang jawab deh....

:: Olehnya, mari kembali pada fitrah, karena Allah lebih tahu tentang HAM dari mereka-mereka itu..


:: Allahu yubaarik Fiikum

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar