Senin, 28 April 2014

Keadaan-Keadaan Wanita Dunia di Surga

Penulis               : Sulaiman Ibn Sholih al Kharasy
Judul                     : Ahwaalun Nisaa Fil Jannah
Sumber                 : www.saaid.net
Penerjemah           : Muhammad Ode Wahyu

Faidah 6
Seorang wanita tidak akan terlepas dari beberapa kondisi berikut ketika hidup di dunia:

1.Meninggal dunia sebelum ia menikah

2.Meninggal setelah di talak oleh mantan suaminya dan belum menikah lagi

3.Seorang wanita bersuami akan tetapi suaminya tidak masuk surga bersamanya [na’udzu billah]

4.Meninggal dunia setelah menikah

5.Suaminya meninggal dunia, sehingga dia hidup sendiri tanpa suami sampai meninggal dunia

6.Suaminya meninggal dunia kemudian dia menikah dengan laki-laki lain.

Ini adalah keadaan-keadaan wanita di dunia dan setiap keadaan akan di jumpai di surga.

1.Adapun wanita yang meninggal dunia sebelum menikah, maka kondisi ini akan dinikahkan oleh Allah azza wajalla di surga dengan laki-laki penduduk dunia, berdasarkan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Di surga tidak ada yang hidup melajang.” (HR: Muslim).

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata,” jika seseorang belum menikah [wanita] di dunia, maka Allah akan menikahkannya di surga dengan seseorang yang menyejukkan pandangannya di surga, sesungguhnya kenikmatan-kenikamatan di surga tidak terbatas pada seorang laki-laki saja akan tetapi kenikamatan itu untuk laki-laki wan juga wanita. Dan diantara kenikmatan itu adalah azzawaj (pasangan).

2.Kondisi wanita yang juga telah di talak oleh suaminya kemudian tidak menikah sampai ia meninggal dunia juga seperti kondisi ini.

3.Kondisi wanita yang suaminya tidak masuk surga, juga seperti kondisi yang pertama.

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata,” seorang wanita, jika ia adalah wanita penghuni surga lantas ia belum menikah atau suaminya bukanlah seorang penghuni surga, maka jika wanita itu telah masuk surga di sana ada laki-laki dari kalangan laki-laki dunia dunia yang belum menikah. Maka wanita itu akan menikahi salah seorang diantara mereka.

4.Adapun seorang wanita yang meninggal setelah ia menikah,  maka ia di surga bersama dengan suaminya yang telah ditinggalkannya itu.

5.Kondisi wanita yang suaminya meninggal dunia, kemudian setelah itu dia tidak menikah dunia sampai ia meninggal dunia, maka suaminya itu akan mennjadi suaminya di surga.


6.Kondisi seorang wanita yang suaminya meninggal dunia, kemudian ia menikah setelah itu (setelah masa habis masa iddahnya-Pent) maka ia akan bersama dengan orang yang terakhir ia nikahi. Walau suaminya banyak. Hal ini berdasarkan sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,” seorang wanita adalah milik pasangan terakhirnya.” (Silsilah al ahadiitsu ash shohihah karya syaikh al Bani rahimahullah).

Begitu pula berdasarkan perkataan hudzaifah radhiyallhu ‘anhu pada istrinya,” jika engkau ingin menjadi istriku di surga kelak maka janganlah engkau menikah setelah aku meninggal dunia, karena sesungguhnya seorang wanita  di surga adalah milik suaminya yang terakhir di dunia. Oleh karena itu Allah mengharamkan istri-istri Nabi (semoga Allah senantiasa meridhaoi mereka) setelah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mennggal dunia, karena mereka adalah istri-istri nabi di surga.

Walahu a’lam bish showab.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar