Minggu, 13 April 2014

Perkataan Seorang Muslim Kepada Saudaranya “Mohonkan Aku Doa.”

Pertanyaan:

Apa hukum perkataan seorang muslim kepada saudaranya Doakanlah untukku?

Jawaban:

Tidak mengapa, terlebih lagi jika saudaranya tersebut adalah orang yang shalih. Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada para sahabat-sahabatnya untuk meminta agar didoakan oleh Uwais al Qarni agar dimintakan ampun kepada Allah jalla jalaaluh. Padahal dari segi kemuliaan, mereka lebih mulia darinya. Juga disebutkan dalam sebuah hadits, “ Tidaklah seorang muslim mendoakan sauadarnya dalam ketidak tahuannya, kecuali ada malaikat yang berkata, “Kabulkanlah wahai Allah dan bagimu [pendoa] seperti apa yang engkau doakan.”

Doa merupakan diantara amalan-amalan yang paling baik yang diharapkan ijabahnya dari seorang hamba yang soleh. Allah telah menceritakan tentang nabi Nuh bahwa dia mendoakan untuk ayahnya, juga bagi orang-orang yang masuk kedalam rumahnya agar menjadi orang yang beriman dan bagi kaum mu’min dan mu’minah. Dan Allah mengharamkan istighfar [memohonkan ampunan kepada Allah] untuk orang-orang musyrik [yang menyekutukan Allah].
Dipahami bahwa keutamaan istighfar hanyalah untuk orang-orang yang beriman.

Nomor Fatwa: 13065
Abdullah ibnu Abdirrhman Al Jibriin Rahimahullah
Penerjemah: Muhammad Ode Wahyu

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar