Selasa, 13 Mei 2014

Jika Hilal Tertutup Awan

Terdapat perbedaan pendapat diantara ulama dalam masalah ini.

Jumhur Ulama (sebagian besar ulama): memandang pada masalah ini agar jumlah hari di genapkan menjadi tiga puluh hari. Jika hilal tertutup diawal bulan, maka bulan sebelumnya (sya’ban-Pent) digenapkan menjadi tiga puluh hari. Sehingga satu ramadhan jatuh pada hari yang ke tiga puluh satunya. Jika hilalnya terhalang dari penglihatan pada akhir ramadhan maka ramadhan di genapkan menjadi tiga puluh hari.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu memandang jika hilal terhalang dari penglihatan pada awal bulan, maka puasa dilakukan pada hari ke dua, ini deikenal dengan hari yang diragukan

Diriwayatkan dari beberapa salaf bahwasanya jika hilal terhalang dari penglihatan, dikembalikan pada perhitungan perjalanan bulan dan matahari dan ini adalah mazhab dari mutharrif ibnu asy syakhir rahimahullah. Beliau adalah dari kalangan kibaaru at tabi’in.

Dikisahkan dari ibnu Suraij dari imam syafi’i rahimahullah bahwasanya dia berkata: barang siapa yang mazhabnya beristidlal dengan bintang-bintang dan kedudukan bulan, kemudian nampak jelas baginya bahwasanya hilal terlihat namun pada kenyataanya terhalang (dari penglihatan-Pent), maka baginya menetapkan puasanya dan itu membolehkannya.

Sebab perbedaan pendapat: keumumaman sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غم عليكم فاقدروا له.

Berpuasalah dengan melihatnya (hilal-pent) dan berfitrilah dengan melihatnya. Apabila hilal terhalangi bagi kalian maka taqdirkan.

Jumhur ulama beranggapan bahwa makna dari hadits tersebut adalah menyempurnakan perhitungan hari menjadi tiga puluh hari.

Diantara mereka pula ada yang berpandangan bahwa makna taqdir adalah menghitungnya (bilhisab)

Dan diantara mereka ada yang beranggapan bahwa maknanya seseorag menjadikannya berpuasa. Dan ini adalah mazhab ibnu umar radhiyallahu ‘anhu sebagaimana yang kami sebutkan. Dan ini sangat jauh dari lafazh

Sesungguhnya jumhur ulama berpandangan seperti itu, berdasarkan pada hadits yang tsabit dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين

Apabila hilal terhalang bagi kalian maka sempurnakanlah hari menjadi tigapuluh.

Pada hadits yang pertama mujmal (dalam bentuk umum) sedangkan hadits ini sebagai tafsirannya. Maka wajib sesuatu yang umum dibawa pada tafsiranya. Jalan ini adalah jalan yang tidak ada perbedaan oleh para ulama ushul.

Maka mazhab jumhurlah dalam masalah ini yang benar. Wallahu a’lam

(sumber: bidayatul mujtahid wanihayatul muqtashid oleh Ibnu Rusyd rahimahullah: juz 1 halaman: 354)

Penerjemah: Muhammad Ode Wahyu

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar