Selasa, 13 Mei 2014

Nasihat Berharga Syaikh Jibrin rahimahullah

Pertanyaan:
Seorang muslim mendapatkan rintangan dalam safarnya ketika safar pada negri-negri kufur berupa fitnah-fitnah wanita diberbagai tempat serta mendengarkan musik dan nyanyian juga di setiap tempat. Apa taujih dari engkau bagi mereka yang mendapatkan fitnah seperti ini?

Jawaban:
Bagi dia hendaknya:

Pertama:  memotivasi dirinya untuk menjauhi kumpulan wanita yang tabarruj yang menampakkan kecantikannya dan fitnah.  Agar dirinya selamat dari fitnah dan selamat dari memandangnya yang merupakan sebabnya fitnah.

Kedua: Hendaknya ia menahan pandangannya serta memalingkan pandangannya dari setiap wanita yang menampakkan kecantikannya.
Sebagaimana firman Allah ta’ala:
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". QS: An Nur 31
Beghitu pula dalam hadits:
النظرة سهم مسموم من سهام إبليس
Pandangan terhadap wanita merupakan panah beracun dari panah-panah iblis

Dalam sebuah hadits pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Ali
يا علي، لا تتبع النظرة النظرة، فإنما لك الأولى، وليست لك الثانية"
Wahai ‘Ali jangan ikutkan pandangan yang pertama karena sesungguhnya bagimu pandangan pertama dan tidak boleh pandangan yang kedua

وسئل النبي - صلى الله عليه وسلم - عن نظر الفجأة، فقال: اصرف بصرك"
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah di tanya tentang pandangan yang terjadi secara tiba-tiba
Maka beliau bersabda, “ palingkan pandanganmu.

Seorang penyair berkata:
Semua peristiwa bermula dari pandangan
Sebagian besar penghuni neraka dihuni oleh orang-orang yang menganggap remeh keburukan

Ketiga: bersemangat untuk menjaga iffahnya (kehormatannya). Jika dimudahkan untuknya, hendaknya ia berpergian bersama dengan istrinya, ini lebih utama. Dalam sebuah hadits disebutkan, “ jika salah seorang diantara kalina melihat wanita yang membuat kalian terkagum-kagum, maka hendaknya ia mendatangi istrinya. Karena apa yang ada pada wanita itu ada juga pada istrinya.” Atau sebagaiamana yang terdapat dalam hadits.

Dan kami nasehatkan pula untuk menjauhi tempat-tempat hiburan, para penyanyi dan alat-alat musik dan yang semisal itu. Kalau secara darurat dia mendengarkannya maka hendaknya dia berjalan cepat minggat dari tempat itu walau bagaimanapun juga jika ia bisa. Hendaknya pula ia membentengi dirinya dengan dzikir dan doa kepada rabbnya, membaca al qur’an, memperbanyak ibadah, menjauhi hal-hal yang diharamkan dan menjauhi pada pelaku-pelaku kemungkaran sesuai kemampuannya.
Wallahu a’lam

Nomor fatwa: 11953
Abdullah Ibn Abdirrahman al Jibrin- rahimahullah
Penerjemah: Muhammad Ode Wahyu


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar