Jumat, 23 Mei 2014

Penentuan Malam Isra’ Mi’raj Serta Keutamaanya

Pertanyaan:
Apakah malam isra’ dan mi’raj memiliki keutamaan dan apakah betul waktunya sudah maklum (diketahui)?

Jawaban:

Tidak ada dalil yang tsabit (Shahih) atas penentuan malam isra’ dan mi’raj dan ia tidak diketahui pada bulan apakah ia. Adapun dalil yang menunjukkan bahwa ia terjadi pada malam ke dua puluh lima dari bulan rajab, hal ini tidak tsabit (tidak benar), sebagaimana telah di jelaskan oleh al imam Ibnu Hajar al Hambali dalam kitab “Lathaaiful Ma’arif”, serta tidak pula disebutkan oleh para ahli sejarah, ahli sirah bahwa peristiwa itu terjadi pada bulan rajab atau pada bulan tertentu.

Sesungguhnya orang-orang jahil berdalilkan dengan riwayat yang lemah yang dinukil oleh orang-orang belakangan ini untuk menghidupkan malam ke dua puluh lima dari bulan rajab, dengan keyakinan mereka bahwa malam itu adalah malam isra’ dan mi’raj. Bersamaan dengan ketidak tsabitan riwayat tersebut.

Kemudian jika diperkirakan, lalu diketahui bahwa malam isra’ mi’raj itu pada malam tertentu di bulan tertentu, maka tetap tidak boleh mengkhsuskan malam itu untuk menghidpkannya atau menambah jenis ibadah di dalamnya. Karena belum di nukil dari Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam dan tidak satupun dari sahabat-sahabatnya. Seandainya ia memiliki keutamaan atau fadhilah maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beserta sahabat-sahabatnya tidak akan lalai dari menghidupkannya. Bahkan tidak ada dalil ucapan atau perbuatan bahwa para sahabat sangat memperhatikan malam tersebut.

Jika para sahabat tidak melakukan demikian, maka tidak ada dalil untuk kita mengkhususkannya, sekalipun ia tetap memiliki keutamaan. Dan kemuliaanya ada di sisi Allah azza wajalla.

Nomor Fatwa: 6922
Fadhilatu asy Syaikh Dr. Abdullah Ibn Abdirrahman al Jibrin Rahimahullah

Penerjemah: Muhammad Ode Wahyu

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar