Senin, 02 Juni 2014

Kontes Putri Muslimah. Eksploitasi Muslimah Berbau Islami

Ada-ada saja cara untuk mendapatkan uang.  Mau dengan cara yang halal atau mau cara yang haram sama saja. Orang-orang sudah tidak memperdulikan hal itu, yang penting jadi jutawan. Allahul musta’an...Makanya jangan heran kalau Allah menimpakan malapetaka di negri ini karena ulah penduduknya sendiri. Seolah-olah mereka hidup tanpa Tuhan yang mangatur dan membagi-bagikan rezki yang halal.

Lagi-lagi karena efek dari kebodohan akan agama, banyak wanita mau-mau saja ditipu oleh berbagai program televisi yang selalu menutupinya dengan label program islami. Islami, karena korbannya adalah kaum muslimin, islami karena pemerannya adalah kaum muslimah, islami, hanya karena mereka mencampur adukkan kebatilan dengan bumbu islam untuk mendapatkan keuntungan.

Perang pemikiran, menjadi andalan dan senjata pamungkas musuh-musuh islam dalam menghancurkan ideologi kaum muslimin yang kuat. Lahir dari perang salib yang tidak pernah menang menghadapi kaum muslimin kecuali sekali, maka ketika dalam konfrensinya, salah seorang dari mereka berkata, “kita tidak akan pernah bisa mengalahkan kaum muslimin selama al qur’an berada di dada-dada mereka.”

Benar saja, islam adalah agama kuat pilihan Allah, al Qur’an sebagai petunjuk yang akan selalu menerangi jalan orang-orang yang beriman. Ketika kaum muslimin menjadikan al qur’an dan sunnah nabi di hati mereka, maka Allah akan memberikan kemulian bagi mereka. Sebaliknya, ketika mereka menjauhi al Qur’an dan sunnah nabi-Nya maka Allah akan mencampakkan kaum muslimin dan menghinakan mereka, sudah diberi pelita sebagai penerang namun lebih suka berada dalam kegelapan dan kesesatan. Itulah gambaran kaum muslimin hari ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Hampir-hampir saja umat-umat lain mengerumuni kalian sebegaimana mereka mengurumuni makanan dalam sebuah tempayan.” Salah seorang sahabat bertanya, “apakah disebabkan jumlah kita yang sedikit?” rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “bahkan jumlah kalian sangat banyak, akan tetapi kalian seperti buih-buih di lautan, Allah akan mencabut rasa segan musuh-musuh kalian dari hati-hati mereka dan Allah akan menancapkan dalam hati kalian penyakit al wahan.” Sahabat bertanya, “wahai rasulullah apa penyakit wahan itu?” rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam besabda, “ cinta dunia dan takut akan kematian.” HR. Abu Dawud dan di shohihkan oleh imam al Albani rahimahullah.

Syaikh Albani rahimahullah ketika menjawab pertanyaan seputar hadits ini, beliau berkata:
Hadits ini telah diisyaratkan oleh hadits yang lain, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “apabila kalian sudah berjual beli dengan cara al inaa (salah satu jenis riba-pent) dan kalian mangambil ekor-ekor sapi (kinayah terlalu cinta pekerjaan dan meningggalkan ilmu agama-pent) dan kalian ridho dengan pertanian kalian (kinayah cinta cunia—pent) lalu kalian meninggalkan jihad (kinayah takut mati-pent) maka Allah akan mencampakkan kehinaan kepada kalian sampai kalian kembali pada agama kalian.” (HR. Abu Dawud [2/100] lihat penjelasan takhrj beliau pada hadits ini di: http://www.alalbany.net/4903)

Kita menjurus pada judul artikel ini, apa kaitannya dengan kehinaan kaum muslimin di mata musuh-musuhnya hari ini?

Kalau kita memahami agama dengan baik, maka kita akan mengatakan bahwa ini adalah bentuk penghinaan terhadap kaum muslimah. Bagaiamana tidak, islam telah menempatkan wanita pada posisi yang tinggi dan mulia sesuai kedudukannya. Menutup celah timbulnya fitnah dengan tidak mengurangi rasa hormat kepadanya. Kalau dahulu, di zaman jahiliah wanita hanya di jadikan piala bergilir, tidak punya harga, semua orang bisa menikmatinya, apa bedanya dengan ajang ini?

Yakin, semua orang akan menikmati pesona kecantikan wanita-wanita dalam kontes tersebut. mereka ibarat buah ranum yang semua orang dapat mencium baunya dan melihat isinya (baca:perhiasannya). Padahal Allah berfirman

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS.An Nur: 30-31

Nah, dari ayat ini jelas, tidak boleh menampakkan perhiasan, kecantikan kecuali pada mahram-mahramnya. Jelas dalam acara tersebut ditonton oleh jutaan orang dan orang yang menyaksikan pada tempat tersbut akan mencium wangi dari wanita-wanita yang dipajang itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “apabila seorang wanita memakai parfum, lalu lewat pada suatu kaum (khalayak ramai) kemudian mereka mencium wanginya, maka dia seorang pezina.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi dan Nasai)

Kalau wanita lenggak-lenggok di hadapan para lelaki, jelas mereka akan mencium wangi tubuhnnya yang seharusnya hanya untuk suami-suami mereka nantinya. Apakah wanita hari ini lebih ingin uang dan dianggap pezina oleh Tuahannya daripada dimuliakan oleh Tuhannya? Ketahuilah dunia ini tidak memiliki harga di mata Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika seandainya dunia ini memiliki harga di mata Allah seperti sebilah sayap nyamuk saja, niscaya orang-orang kafir tidak akan diberi minuman walupun hanya seteguk saja. “ (HR. Tirmdzi)

Lalu hari ini kaum muslimah dihinakan dengan acara seperti ini kemudian ditipu  degngan mengatakan ini acara islami??!! Ketahuilah islam berlepas diri dari semua ini. bagaiamana mungkin islam membolehkan ini, sementara para pelakunya adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Olehnya, para wanita tidak boleh tertipu dengan acara murahan seperti ini.karena kecantikan mereka hanyalah untuk suami-suaminya. Wanita mulia hanyalah wanita yang tidak ingin dinikmati oleh banyak orang, karena itu hanyalah seperti pelacur yang sangat murahan.

Ketahuilah ini hanyalah produk murahan yang dibuat-buat oelh musuh-musuh islam untuk semakin menjauhkan kaum muslimin dari agamanya. Jangan jadikan dirimu sebagai pezina yang telah Allah benarkan dan meninggalkan kemuliaan yang Allah berikan demi uang kertas yang tidak bisa membeli surga.

Wallahu a’lam bishowab

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar