Senin, 23 Juni 2014

Senandung Syair di Medan Perjuangan


[[Senandung Syair di Medan Perjuangan]]

Ketika engkau mengeluh kesakitan
Akupun sama sepertimu merasakan
Rasa gundah gulana menerkam mencoba melemahkan

Duhai kesatria perindu jinan
Engaku bukan manusia seperti kebanyakan
Yang hari-harinya habis dalam kelalaian

Adapun dirimu wahai mujahid Ar Rahman
Seorang dai  pencari ridho al Mannan
Bukan pencari  harta yang membinasakan

Aku tahu engkau kesakitan
Kesakitan dalam penjara kesunyian
Berdakwah sendiri tanpa dampingan saudara dan kawan
Namun ketahuilah.. pintu surga dilebarkan
Jika engkau  bersabar dan istiqoamah di atas jalan

Duhai para perindu jinan
Tersenyumlah, tersenyumlah engkau akan merasakan
Manisnya perjuangan dinegri orang yang terasingkan

Ishibir... lakal jannah.. lakal jannah in shabarta fisabiili ar rahman
Sabar.. sabar.. bagimu surga jika engkau bersabar di atas jalan ar rahman
Engkau manusia terpilih untuk menjadi pahlawan
Bukan pecundang yang harus lari dari medan peperangan

Aku sampaikan kepadamu kawan
Perjuangan ini bukan berjalan di atas karpet merah ditemani tepuk tangan
Tapi berjalan di atas duri yang memang menyakitkan

Tapi diujung jalan
Sudah ada bidadari-bidadari perawan
Bermata jeli, mempesona dan sungguh menawan
Ia akan bangga padamu karena engkau melamarnya dengan pengorbanan
Menjadi dai di negri orang yang melelahkan

Kukatakan sekali lagi kawan
Sabar, sabar, sabar dalam perjuangan
Jika esok kita masih bersama dalam perjuangan
Kuatkan juga diriku jika aku telah kelelahan

Terntuk saudaraku yang sedang kesakitan dalam perjuangan
Berjuanglah... esok kita akan bertemu di dalam surga dengan kebahagian
Uhibbuka firrahman


1 komentar:

  1. Silahkan memberi Komentar, kritik dan saran anda akan membantu memperbaiki materi-materi yang terdapat dalam Blog ini, atau tampilan blog ini. terima kasih

    BalasHapus

Silahkan Memberi komentar