Senin, 16 Juni 2014

Suami Bangga Jika Kecantikan Istrinya Disebut| Nasehat Buat Para Perindu Surga

Ada seorang laki-laki yang sangat kagum dengan kecantikan seorang wanita, lantas diapun menikahinya. Setelah menikah, mereka membeli rumah disalah satu perumahan yang disana pula tinggal beberapa sahabat-sahabatnya. Sang suami yang kagum akan kecantikan istrinya tadi, ternyata tidak memerintahkan istrinya untuk berhijab, sehingga kecantikannyapun dinikmati oleh tetangga-tetangga yang lain.

Sempat ada yang berkata, “wah cantiknya istri laki-laki itu.” Sang suami mendengarkan hal itu malah tersenyum dan bangga. Dia tidak sadar, kalau ternyata itu adalah panah iblis pertama yang hendak menghancurkan rumah tangganya.

Beberapa hari berselang, tetangga yang kagum tadipun bertemu dengan isrti laki-laki tadi. Sehingga merekapun memulai percakapan, percakapan yang awalnya biasa-biasa saja. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka sering berkomunikasi. Suaminya mengira iitu hanya sebatas tetangga, begitupula warga sekitar.

Ternyata, laki-laki tadi sedang melancarkan serangannya, serangan bujuk rayu, mencari kelemahan sang wanita agar bisa terjatuh dalam pangkuannya. Dan syaithan membantunya, hingga terjadilah apa yang terjadi.
=====================================
Catatan Penting

Olehnya wahai para suami, perintahkan kepada istri-istri kalian untuk mengenakan hijab syar’i. Sebagaiamana Allah telah memerintahkan kepada rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Ketahuilah!! perintah Allah ini bukan untuk mengekang istri-istrimu, atau menghinakannya, bukan untuk menutup ruang gerak mereka dan menghalangi mereka untuk berpenampilan cantik. Bukanpula untuk menghinakan dirimu. Karena Allah tahu bahwa engkaulah yang paling pantas menikmati perhiasan itu.

Ketahuilah, Allah memerintahkan ini justru untuk memuliakannmu, melindungimu dan menjaga rumah tanggamu. Karena Allah tahu engkau tidak ingin jika perhiasanmu dirampas oleh orang lain. engkau membiarkannya terbuka adalah berarti membuka celah agar lalat-lalat kotor, najis nan menjijikkan berusaha hinggap pada perhiasan itu.

Jangan biarkan dirimu menjadi dayyuts yang tidak akan masuk surga, sebagaimana sabda rasulullah shallalalhu ‘alaihi wasallam.

Demikian pula wahai muslimah, perintah ini bukan untuk menghinakan kalian, akan tetapi untuk memuliakan kalian. Engkau pasti tidak ingin jika rumah tanggamu nantinya akan hancur hanya karena keangkuhannmu tidak melaksanakan perintah Tuhanmu.

Kalian para calon-calon istri, jaga diri kalian. Jangan biarkan manusia-manusia buaya itu merayu kalian. Ingat, ketika ada orang yang memuji kalian sementara dia bukanlah milik kalian dan belum halal untuk kalian, yakinlah orang itu adalah orang yang sakit akhlaknya, lemah imannya, dan sedang terkena panah iblis. Maka jika dia memujimu, juhilah karena pujian itu hanyalah panah untuk menjatuhkanmu ke dalam kemaksiatan.

Ada yang berkata bahwa pada kasus seperti ini yang harus dikaji adalah laki-laki, dan perempuannya dengan meremahkan perkara yang kami jelaskan diatas.
Luka bisa saja terjadi kapanpun, dimanapun dan dari arah manapun. Jika kita paham bahwa kasus seperti ini adalah luka yang sangat besar dimana luka akan sangat membekas dan susah disembuhkan, maka cara yang terbaik adalah menutup celah agar tidak terjadi luka. Mengikuti perintah Allah adalah jalan terbaik, selain mendapatkan pahala, maka kehidupan akan tentram dan berberkah. Menutup para wanita dengan hijab jika keluar rumah dan tidak berbicara dengan selain maharamnya karena itu adalah pintu-pitu perzinahan. Olehnya Allah menutup semua pintu perzinahan dalam bentuk apapun lewat firmannya, “Dan janganlah kalian mendekat zina.”

Allah jalla jalaluh paham dengan kondisi kita sebagai manusia, makhluk ciptaann-Nya. Olehnya cara mengobatinya juga sebaiknya dengan apa yang diperintahkan oleh Allah. Agar tidak terjadi lagi seperti itu.

Jika penyebab luka dibiarkan terus, maka walau kita mengobatinya sekian puluh kali, akan ada saja luka-luka baru yang bermunculan. Karena penyebabnya tidak disembuhkan. Jadi, bukan dengan mengkaji saiapa laki-lakinya, wanitanya atau syaithannya. Karena kejahatan tidak hanya timbul karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Itu kata Bang Napi


Ingat, imam sayafi’i pernah berkata, “sesungguhnya perzinahan itu adalah utang yang akan dibayar oleh ahlu baitmu (keluargamu) secara turun temurun.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar