Jumat, 04 Juli 2014

Onani atau Mastrubasi Tidak Ada Kewajiban Kafarah Jima’

Pertanyaan:

Apabila syahwat seorang muslim meningkat di siang hari pada bulan ramadhan, lantas dia tidak menemukan cara lain untuk menurunkan syahwatnya kecuali dengan onani/mastrubasi, apakah hal itu membatalkan puasanya dan apa kewajiban bagi dia jika batal, apakah cukup mengganti (qadha) atau kaffarah ?

Jawaban:

Onani atau Mastrubasi di bulan ramadhan atau selain bulan ramadhan merupakan perbuatan dosa yang diharamkan. Berdasarkan firman Allah:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (٥)إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (٦)
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.” (QS. Al Mu’minun: 5-6)

Adapun bagi yang melakukannya di siang hari pada bulan ramadhan, jika dia dalam keadaan berpuasa maka hendaknya ia taubat kepada Allah, lalu hendaknya dia mengganti puasanya di hari ia melakukan itu di hari yang lain di selain bulan ramadhan. Tidak ada kewajiban kafarah atasnya, karena kaffarah hanya di wajibkan bagi orang yang melakukan hubungan suami badan (hubungan suami istri) secara khusus.

Semoga mendapatkan taufik, shalawat dan salam semoga selalu senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lajnah Daimah lil buhutsil ilmiyyah wal ifta
Pertanyaan nomor: 2192
Sumber: www.saaid.net/fatwa/f58.htm
  



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar