Selasa, 16 September 2014

Mimpi


Kini aku tak sendiri lagi
Aku bersama mimpi-mimpi yang tak henti
Menemani ketika aku merasa sepi
Merangkul ketika jatuh tatkala susah bangkit lagi

Disini...
Di seberang sungai musi
Memang aku biasa meradang sepi
Berselimut sunyi
Menyendiri
Tak ada kawan bahkan permaisuri

Tapi alhamdulillahi
Kini aku tak sendiri lagi
Aku bersama mimpi-mimpi
Yang berusaha memotifasi
Walau hanyalah mimpi-mimpi
Semoga bisa mengobati

Mimpi berbisik kecil menasehati

Akhi...
Semua yang telah terjadi
Tak akan terulang lagi
Tapi bisa saja ia kembali
Bangkitlah, kau takkan tersakiti

Akhi...
Tak usah pula engkau cemasi
Semua akan berjalan sesuai takdir ilahi
Yang tertulis dalam kitabmu sendiri
Walau masih rahasia ilahi

Kini...
Engkau sedang menggoreskan takdirmu sendiri
Yang kan kau baca di yaumil akhiri
Mengapa harus engkau harus terbebani
Oleh sesuatu yang tak mungkin terulangi?

Bangkitlah, engkau kini tak sendiri
Engkau bersamaku, mimpi
Bersamamu, melawan bayang-bayang sunyi
Walau kau tertawan dalam penjara sunyi

Sekali lagi
Bangkitlah dari keterpurukan ini
Kau akan bahagia di hari nanti...
Dari kawanmu.... mimpi

Oh Tuhan... kau menghadiahkanku mimpi
Teman yang selalu bersamaku kini
Di sebuah tempat awalnya tak ada yang ku kenali 
Membantuku melawan sunyi

Aku tahu ini nikmat darimu wahai Ilahi
Maka kutuangkan dalam sajak syair ini
Menghibur hati diserang sunyi
Semoga bisa mengobati

Aku tahu tak sendiri disni
Aku bersamamu wahai Rabbi
Lalu kau datangkan aku sahabat berupa mimpi-mimpi
Syair penghibur hati
---------------------------------------------------------
Palembang, Seberang Ulu II sungai Musi


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar