Sabtu, 29 November 2014

Kata Orang Syiah Utsman Tidak Menikahi Dua Putri Rasulullah, Benarkah?



Dzu Nuraini yang bermkna pemilik dua cahaya adalah gelar yang dimiliki oleh Utsman Ibnu Affan  radhiyallahu ‘anhu. Gelar ini diberikan padanya karena telah menikahi dua putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Akan tetapi, berbagai cara dilakukan oleh musuh-musuh islam untuk menghancurkan islam, utamanya dari kalangan syiah,  dengan cara mencoba mengaburkan sejarah. Gelar Dzu Nuraini harus di hapus (lihat al Al Mushtafa: 165) karena Utsman Radhiyallahu ‘anhu tidak menikahi dua putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, melainkan menikahi dua wanita lain. Benarkah perkataan ini?

Pernyataan Ahli Tarikh Ahlu Sunnah

Sebelumnya, kita harus mengenal siapa saja anak-anak rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah disebutkan oleh para ulama dalam kitab tarikh dan sirah mereka. Ibnu Abdil Bar menuturkan, “dan yang membuat tenang padanya jiwa adalah khabar/berita yang sampai secara mutawatir terhadap urutan anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya Zainab yang pertama, kemudian yang kedua adalah Ruqayyah, lalu yang ketiga adalah Ummu Kultsum dan terakhir adalah Fathimah Az Zahra wallahu a’lam. (lihat al Istia’aab fi ma’rifatil ashab: 2/112. Al Makatabah Asy Syamilah)

Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfuri rahimahullah berkta:

فأمر المسلمين أن يهاجروا إلى الحبشة فرارًا بدينهم من الفتن. وفي رجب سنة خمس من النبوة هاجر أول فوج من الصحابة إلى الحبشة . كان مكونًا من اثنى عشر رجلًا وأربع نسوة، رئيسهم عثمان بن عفان، ومعه زوجته رقية بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم

“Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk hijrah menuju Habasyah untuk melindungi agama mereka dari fitnah. Pada bulan rajab tahun kelima kenabian, berhijrahlah kelompok pertama dari kalangan sahabat menuju Habasyah. Saat itu mereka terdiri dari dua belas orang laki-laki dan empat orang wanita. Sebagai pemimpin mereka adalah Utsman Ibnu Affan dan ia bersama istrinya Ruqayyah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (lihat ar rahiqul makhtum: 95, Cet: ulinnuhaa lil intaajil I’laami)

Ibnu Hisyam berkata:

المهاجرون من بني أمية ومن بني أمية بن عبد شمس بن عبد مناف عثمان بن عفان بن أبي العاص بن امية بن عبد شمس معه امراته رقية ابنة رسول الله صلى الله عليه وسلم

“Orang-orang yang berhijarah dari kalangan Bani Umayyah Ibnu Abdi Syams Ibnu Abdi Manaf yaitu Utsman Ibnu Affan Ibnu Abi al Ash Ibnu Umayyah Ibnu Abdi Syams ia bersama istrinya ruqayyah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (lihat  as Sirah an Nabawiyyah libni Hisyam:  2/122. Al Maktabah asy Syamilah)

Abu Na’im Al Ashhabani Rahimahullah meriwayatkan satu atsar dalam kitabnya Ma’rifatu Ash Shohabah yang mengisahkan kisah Abdullah Ibnu Umar Ibnu Abaan, beliau berkata:

سمعت الحسين بن علي الجعفي ، يقول : قال لي أبي : يا بني ، تدري لم سمي عثمان ذا النورين ؟ لأنه لم يجمع بين ابنتي نبي من لدن آدم إلى قيام الساعة إلا عثمان بن عفان
“Aku telah mendengarkan al Husain Ibnu Ali al Ju’fi berkata, ayahku berkata padaku. Wahai anakku apakah kau tahu mengapa Ustman di namakan Dzu Nurain? Itu dikarenakan tidak ada yang pernah menikahi dua orang anak Nabi sejak Nabi Adam hingga hari kiamat kelak kecuali Utsman Ibnu Affan.” (lihat Ma’rifatu ash Shohabah: 1/259, No. 223. Al Makatabah Asy Syamilah)
Abul Qasim ath Thobrani rahimahullah berkata:
عَنْ عِصْمَةَ، قَالَ: لَمَّا مَاتَتْ بنتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّتِي تَحْتَ عُثْمَانَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"زَوِّجُوا عُثْمَانَ لَوْ كَانَ لِي ثَالِثَةٌ لَزَوَّجْتُهُ وَمَا زَوَّجْتُهُ إِلا بِالْوَحْيِ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ".

“Dari Ishmah dia berkata, “ ketika putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang merupakan istri Ustman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ nikahkanlah Ustman! Jika seandainya aku memiliki anak wanita yang ketiga, maka aku akan menikahkanya dengannya. Tidaklah aku menikahkannya itu kecuali dengan wahyu dari Allah azza wajalla. (lihat al Mu’jamul Kabir: 12/129. Al Maktabah Asy Syamilah)

Pernyataan Ulama Syiah

Lain halnya dengan ahlu sunnah yang sepakat bahwa Zainab, Ruqayyah dan Ummu Kultsum merupakan anak kandung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab sirah dan tarikh, sesungguhnya kalangan syiah berselisisih akan hal ini. Lalu dengan kebingungan itu, mereka ingin memberi syubhat pada akidah ahlu sunnah waljama’ah yang telah jelas dengan kebingungan mereka. Sebagian mereka mengatakan bahwa Zainab, Ruqayyah dan Ummu Kultsum bukanlah anak kandung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melainkan anak rabaib (anak tiri) beliau. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah anak Khadijah sebelum menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagian juga beranggapan bahwa mereka adalah anak saudara Khadijah yang bernama Halah. Dimana setelah Halah meninggal dunia begitu pula suaminya, maka pengasuhan anak beralih pada Khadijah dan Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam.
Syaikh ‘Ali Alu Muhsin seorang ulama syiah dalam websitnya http://www.almohsin.org/?act=artc&id=206 menulis:

“Telah banyak pertanyaan pada decade belakangan ini seputar Zainab Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Apakah mereka adalah anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, atau mereka hanyalah anak tiri beliau karena mereka adalah anak Khadijah dari suaminya yang dulu. Atau mereka adalah anak saudara Khadijah yang bernama Halah namun Khadijah yang mengasuh mereka setelah menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah kematian Halah.

Untuk menjelaskan perkara ini, kami katakan, sesungguhnya telah diketahui dan telah masyhur (dikenal) dengan amat sangat dikalangan ulama-ulama syiah imamiyah dan selain mereka bahwasanya Zainab, Ruqayyah dan Ummu Kultsum merupakan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pada masalah ini terdapat sangat banyak perkataan ulama tentangnya.

Telah berkata syaikh al Mufid dalam ajwibatil masail akbariyah (masalah ke 50) halaman 120 dalam menjawab soal seputar Zainab dan Ruqayyah apakah mereka adalah dua putri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ataukah mereka adalah anak tiri beliau? Maka beliau menjawab, “sesungguhnya Zainab dan Ruqayyah adalah dua putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang-orang yang menyelisihi perkataan ini adalah syadz dalam perkataannya.

Al Kulaini berkaata, dan beliau (Rasulullah) menikahi Khadijah dalam umurnya 20 tahun lebih beberapa tahun. Kemudian beliau memiliki anak darinya sebelum beliau diutus menjadi Nabi: al Qasim, Ruqayyah, Zainab, dan Ummu Kultsum. Lalu kemudian beliau dianugrahi anak pasca pegutusannya yaitu at Thoib, ath Thohir dan Fatimah. Dan diriwayatkan pula bahwasanya beliau tidak dianugerahi anak setelah ia diutus menjadi Nabi keculai Fatimah. Adapun Ath Thoib dan Thohir dilahirkan sebelum Pengutusan beliau (al Kaafi 1/439).

Telah berkata Ibnu Syahr Asywab; Anak-anak beliau: yang lahir dari Khadijah al Qasim dan Abdullah mereka adalah ath Thohir dan Ath Thoib, dan empat orang anak perempuan yaitu Zainab Ruqayyah dan Ummu Kultsum dia Aminah dan Fathimah…. (Manaqib Alu Abi Tholib: 1/140)
Untuk lebih jelasnya, silahkan cek kembali web beliau: http://www.almohsin.org/?act=artc&id=206 juga dimuat dalam situs: http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?t=88594    
Jadi jelas bagi kita bahwasanya Utsman merupakan menantu Rasulullah shallalalhu ‘alaihi wasallam yang menikahi dua putri beliau. Tidak ada keraguan akan hal ini sebagaimana telah dijelaskan di atas. Adapun klaim sebagian syiah hanyalah untuk menjatuhkan keutamaan Ustman karena kedengkian mereka. 

Wallahu a’lam bishsowab.
  

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar