Senin, 08 Desember 2014

Yang Masih Suka Mengelompokkan Ahlu Sunnah, Ini Nasehat Syaikh Bakar Abu Zaid Kepada Seluruh Muslim



إلى كُل مسلم . إلى كُل من احترف التصنيف فتاب . إلى من رُمي بالتصنيف فصبر . إلى كُل عبد مسلم شحيح بدينه ، يخشى الله ، والدار الآخرة . إلى هؤلاء جميعاً مسلمين ، قانتين ، باحثين عن الحق على منهاج النبوة ، وأنوار الرسالة - أسوق التذكير والنصيحة - علماً وعملاً - بالأصول الآتية :

Kepada setiap muslim. Kepada mereka yang dahulu melakoni tashnif, namun kini telah bertaubat. Kepada mereka yang terkena lemparan-lemparan tashnif namun tetap teguh dan bersabar dengan agamanya. Kepada setiap muslim yang gigih menjaga kesucian agamanya, yang takut pada Allah dan merindukan negri akhirat. Kepada seluruh kaum muslimin yang tunduk dan menghamba mencari kebenran di atas manhaj kenabian dan cercah cahaya-cahaya risalah, aku tuliskan risalah ini agar menjadi nasehat bagi kita dengan beberapa prinsip berikut:


1- الأصل الشرعي : تحريم النيل من عرض المسلم . وهذا أمر معلوم من الدين بالضرورة في إطار الضروريات الخمس التي جاءت من أجلها الشرائع ، ومنها : " حفظُ العرض ". فيجب على كل مسلم قدر الله حق قدره ، وعظم دينه وشرعه ، أن تعظم في نفسه حرمة المسلم : في دينه . ودمه . وماله . ونسبه . وعرضه .

1.Menjadi prinsip utama yang mulia dalam agama ini, bahwa mengoyak dan melecehkan harga diri seorang muslim adalah perbuatan keji yang diharamkan. Ini merupakan perkara yang aksiomatik menjadi bagian penting dalam islam. Kehormatan seorang muslim bahkan termasuk lima perkara yang menjadi tujuan dasar syariat islam.
Maka wajib bagi setiap muslim yang sungguh-sungguh memuliakan agama dan syariat Allah, agar benar-benar memuliakan pula dalam lubuk hatinya kehormatan seorang muslim. Baik itu kehormatan agamanya, darahnya, hartanya, nasabnya, maupun harga dirinya.

2- والأصل بناء حال المسلم على السلامة ، والستر ، لأن اليقين لا يزيله الشك ، وإنما يُزالُ بيقين مثله .
فاحذر - رحمك الله - ظاهرة التصنيف هذه ، واحذر الاتهامات الباطلة ، واستسهال الرمي بها هنا وهناك ، وانفض يدك منها ، يخل لك وجه الحق ، وأنت به قرير العين ، رضي النفس.

2.Hukum asal bermuamalah dengan seorang muslim adalah hendaknya membangun keyakinan bahwa dia adalah seorang muslim yang berjalan di atas jalan yang lurus, dan engkau tidak berhak mencari kesalahan-kesalahan dan aibnya yang tersembunyi. Maka hindarilah fenomena tahshnif ini, menuduh para kesatria-kesatria dakwah, dan jangan bermudah-mudahan melempar tudhan di sini dan disana. Jauhkanlah tanganmu darinya itu menuntunmu pada kebenaran, itu akan membuatmu tenang dan ridho terhadap jiwa.

3- لا يُخرجُ عن هذين الأصلين إلا بدليل مثل الشمس في رائعة النهار على مثلها فاشهد أو دع . فالتزام واجب "التبين " للأخبار، والتثبت منها، إذ الأصل البراءة. وكم من خبر لا يصح أصلا

3.Jangan sekali-kali keluar dari dua prinsip ini kecuali engkau memiliki bukti, bukti yang sangat terang benderang, seterang mentari pada pertengahan siang yang terik.  Maka wajib bagimu untuk selalu bertabayyun (mengkonfirmasi) berita yang datang padamu. Jika engkau mendapatkannya maka silahkan lakukan apa yang seharusnya dilakukan. Sungguh begitu banyak kabar-kabar yang disebar hakikatnya bukanlah kebenaran.

4- من تجاوزهما بغير حق مُتيقن فهو خارقٌ حُرمة الشرع بالنيل ظلماً من "عرض أخيه المسلم " وهذا " مفتون " .

4.Siapa yang melanggar prinsip-prinsip itu tanpa bukti yang sungguh meyakinkan, maka ia benar-benar telah merusak kehormatan dan kemuliaan syariat islam dengan cara melecehkan dan menginjak-injak kehormatan saudaranya yang muslim.

5- يجب أن يكون المسلم على جانب كريم من سُمُو الخلق وعلو الهمة، وأن لا يكون معبراً تمررُ عليه الواردات والمُختلقات.

5.Wajib atas seorang muslim memiliki akhlak dan obsesi yang tinggi.

6- يوجد أفراد شُغلهم الشاغل : "تطيير الأخبار كُل مطار" يتلقى لسان عن لسان بلا تثبت ولا روية، ثم ينشره بفمه ولسانه بلا وعي ولا تعقل، فتراه يقذف بالكلام، ويطير به هنا وهناك، فاحذر طريقتهم، وادفع في وجهها، واعمل على استصلاح حالهم

6.Memang ada orang-orang yang menyibukkan dirinya dengan pekerjaan menukil berita, ia mengais-ngais berita tanpa melakukan konfirmasi lalu menyebarkannya dengan lisannya. Maka terkadanga engkau melihat ia melecehkan sudaranya dengan perkataannya, maka jauhilah jalan mereka dan bila engkau mampu nasehatilah mereka.

7- التزم " الإنصاف الأدبي " بأن لا تجحد ما للإنسان من فضل ، وإذا أذنب فلا تفرح بذنبه

7.Milikilah selalu sikap inshaf. Karena sifat ini tidak akan menutup matamu dari keutamaan seseorang. Dan jika saudaramu berbuat dosa, maka janganlah engkau bahagia dengan dosanya itu.
8- احذر " الفتانين " دعاة " الفتنة "

8.Jauhilah para pembuat-pembuat fitnah, dai-dai yang gemar membuat fitnah.

9- اعلم أن " تصنيف العالم الداعية " - وهو من أهل السنة - ورميهُ بالنقائص : ناقض من نواقض الدعوة وإسهام في تقويض الدعوة ، ونكث الثقة ، وصرف الناس عن الخير

9.Ketahuilah, bahwa melempar tuduhan dan fitnah kepada para dai padahal mereka meniti jalan ahlu sunnah, adalah sebuah upaya untuk menghancurkan dakwah, menghilangkan kepecayaan orang terhadapnya dan memalingkan manusia dari kebaikan.



Abu 'Ukasyah Wahyu al-Munawy



......................................................
Palembang, 16 shafar 1436 H

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar