Kamis, 19 Maret 2015

Puasa dan Haji Tapi Tidak Shalat???? Bagaimana Hukumnya?



Pertanyaan:

Bagaimana hukum puasa bagi orang yang tidak shalat. Mungkin shalat, tapi hanya di bulan ramadhan saja. Bahkan boleh jadi ia berpuasa namun tidak shalat.

Jawaban:

Semua orang yang di hukumi kekufurannaya maka seluruh amalannya terhapuskan. Allah berfirman:

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” QS. Al-An’am: 88

Allah juga berfirman:

وَمَنْ يَكْفُرْ بِالإيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) Maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.” QS. Al-Maidah: 5

Beberapa ulama menyebutkan bahwa orang-orang yang meninggalkan shalat ia tidak terjatuh dalam kufur akbar (kufur yang mengeluarkan dari agama-pent) jika ia menyakini kewajiabnnya, namun ia terjatuh dalam kufur ashghar. Sedangkan amalan yang ia lakukan itu dihitung menjadi amalan yang sangat buruk dan dinilai lebih keji dari seorang pezina, pencuri dan selainnya.  Pendapat ini menyebutkan puasanya tetap sah. Begitu juga jika ia berhaji, hajinya dianggap sah jika ia telah melakukannya dengan tata cara yang sesuai syar’i namun ia terhitung telah melakukan jarimah (dosa) karena tidak mendirikan shalat. Dia berada dalam posisi yang sangat membahayakan dirinya.

Namun sesungguhnya dia telah terjatuh dalam syirik akbar sebagaimana pendapat sebagian ulama. Beberapa ulama menyebutkan bahwa pendapat kebanyakan dalam hal ini adalah tidak menjatuhkan seseorang dalam kufur akbar jika dia meninggalkannya hanya karena kemalasan dan memudah-mudahkan masalah ini. Bagi mereka, sesungguhnya ia terjatuh dalam kufur ashghar, dosa yang sangat besar, kemungkaran yang sangat buruk dan lebih keji dari seorang pezina, pencuri dan orang yang durhaka kepada orang tuanya serta jauh lebih buruk dari seorang peminum khamar. Kita memohon kepada Allah keselamatan.

Akan tetapi, yang benar dari dua pendapat ulama ini adalah bahwa orang yang meninggalkan shalat terjatuh dalam kufur akbar (keluar dari islam/murtad-pent). Sebagaimana telah disebutkan sejak awal dalil-dalil syar’i akan hal ini bahwasanya bagi orang yang berpuasa namun tidak mengerjakan kewajiban shalat, maka tidak ada puasa baginya. Begitu pula dengan hajinya.

Semoga Allah mengampuni kita semua.


Sumber: ad-Durar ats-Tsariyyah Min al-Fatawa al-Barizah Li Samahati asy-Syaikh Abdul Azib Ibnu Abdullah Ibnu Baz rahimahullah halaman: 87-88

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar