Jumat, 15 Januari 2016

Sifat Ibadurrahman Pada Ustadz-Ustadz Wahdah Islamiyyah



Bismillah
Awalnya saya sebenarnya agak sedikit kecewa dengan guru-guru saya di Wahdah Islamiyyah. Mengapa mereka belum juga membalas tuduhan-tuduhan keji dari orang-orang yang membenci mereka. Mereka dituduh khawarij, dituduh teroris, dituduh berbaiat, dituduh berdemontrasi, dituduh mengkafirkan pemerintah dan dituduh dengan berbagai macam gelar-gelar yang kalau saya pribadi mendengarnya, tensi darah saya naik karena marah.

Yang lebih membuat saya marah sebenarnya karena perbuatan orang-orang yang mengaku sebagai pengikut manhaj salaf, tapi sifatnya tidak mencerminkan manhaj salaf itu. Mereka menuduh ustadz-ustadz di Wahdah dilandasi dengan hawa nafsu mereka. Mohon maaf, sekali lagi mohon maaf, saya selalu ingat perkataan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah jika membahas masalah ini. Beliau berkata:

ومن الناس من طبعه طبع خنزير يمر بالطيبات فلا يلوى عليها فإذا قام الإنسان عن رجيعه قمه وهكذا كثير من الناس يسمع منك ويرى من المحاسن أضعاف أضعاف المساوىء فلا يحفظها ولا ينقلها ولا تناسبه فإذا رأى سقطة أو كلمة عوراء وجد بغيته وما يناسبها فجعلها فاكهته ونقله

“Diantara manusia ada yang tabiatnya seperti tabiat babi. Seekor babi jika melewati sesuatu yang baik-baik maka ia tidak memiliki hajat padanya, akan tetapi apabila ada seorang manusia yang selesai buang kotorannya, maka babi itu akan mendatanginya dan melahap habis kotoran tersebut. Seperti itulah tabiat kebanyakan manusia. Mereka mendengar dan melihat kebaikanmu berliapat-lipat dari kesalahanmu, akan tetapi kebaikan itu tidak mereka hafalkan, tidak menukilnya dan tidak pula cocok dengannya. Tapi jika melihat ketergelinciran atau ucapan yang cacat maka ia telah mendapatkan yang dicarinya, dan dijadikannya sebagai buah santapan kemudian ia sebarkan.” (Madariju as-salikin: 1/403).

Tuduhan yang disematkan ternyata berasal dari media-media yang sumbernya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Sumbernya berasal dari koran yang kita kenal suka membuat berita dengan memutar balikkan fakta, atau dugaan-dugaan berupa opini hanya untuk membuat dagangannya laris.

Dari dugaan ini, mereka yang mengaku sebagai pengikut manhaj salaf atau yang biasa dikenal dengan ahlul hadits itu, menjadikannya sebagai dalil untuk memvonis ustadz-ustadz di Wahdah Islamiyyah sebagai teroris. Lihatlah kelakuan nakal mereka yang dimuat dalam situs almakassari.com sejak tahun 2007 hingga detik ini: : http://almakassari.com/wahdah-islamiyah-makassar-terlibat-jaringan-teroris

Begitupula dengan salah seorang ustadz kondang mereka, Ustadz Dzulqarnain Ibnu Muhammad Sanusi yang dalam sebuah Tabligh Akbar berjudul “Pedoman Syariat Dalam Menilai Peristiwa” di masjid Agung Pangkajene Kabupaten Sidrap pada hari minggu tanggal 16 november 2014 menuduh dengan perkataan kejinya bahwa Wahdah Islamiyyah ditengarai memiliki hubungan dengan teroris.

Kedua-duanya menyebar berita dengan shighah tamridh (mengandung unsur cacat berita). Pertama yang dinukil oleh almakassari.com dari berita pada koran fajar tertanggal 3 maret tahun 2007 dengan sebutan “diduga”, lalu hal ini dijadikan oleh mereka sebagai hujjah. Sedangkan al-Ustadz juga dengan kata “ditengarai” yang juga merupakan kata lain dari kata “diduga”. Harusnya orang-orang yang bergelut dalam ilmu musthalah hadits paham sighah-sighah seperti ini yang tidak bisa dijadikan hujjah untuk memvonis, apalagi sumber pengambilan beritanya adalah koran yang telah ma’ruf dengan kedhaifan beritanya.

Alhamdulillah Wahdah Islamiyyah telah membuktikan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki hubungan dengan jaringan terorisme, apalagi sampai disebut sebagai teroris. Hal itu setelah metro TV menuduh bahwa Wahdah Islamiyyah terlibat jaringan teroris sebelum keberadaan ISIS di Indonesia. Ustadz Zaitun hafizhahullah langsung menghadap ke BNPT dan mengecek langsung data-dataya dan terbukti Wahdah Islamiyyah tidak ada dalam data BNPT.

Awalnya saya betul-betul heran dengan ustadz-ustadz di Wahdah ini, mengapa mereka tidak membalas tuduhan dari saudara-saudaranya itu? Akhirnya saya dapatkan jawabannya kalau orang-orang yang suka menuduh itu memang tidak akan menerima sesuatu, kecuali berita itu berasal dari mereka saja. Ya percuma. Buktinya sudah sering di sampaikan pada orang-orang semisal mereka namun perkataan gurunya lebih dipercaya, makanya  berita di almakasari.com itu, yang sudah bertahun-tahun lamanya belum juga di hapus dan diklarifikasi.

Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil hafizhahullah menjawab, “Jawab saja dengan kerja nyata.” Dan betul, dari kerja nyata itulah, tuduhan khwarij dan teroris itu terbantahkan. Sudah sering Wahdah Islamiyyah bekerja sama dengan pemerintah untuk kemajuan bangsa ini, bahkan Wakil ketua MPR yang membantah ketika Wahdah Islamiyyah dituduh terlibat dengan jaringan teroris. Bapak A.M Iqbal Parewangi “Senator Umat” juga membela Wahdah Islamiyyah dalam Sidang Paripurna DPD RI.

Kalau dipikir, khawarij mana yang mau bekerja sama dengan pemerintah? Sifat khawarij mengkafirkan pemerintah, dan Karena inilah Wahdah Islamiyyah dituduh. Alhamdulillah terbantah dengan sendirinya.

Tapi ada satu sifat yang betul-betul membuat saya berdecak kagum, sering kali saya mendengar nama-nama mereka disebut dengan kata-kata yang tidak baik oleh sebagian orang-orang yang memusuhi mereka itu, yang juga mengaku mengikuti manhaj salaf. dikatakan sebagai anak ingusan, dikatakan sebagai wadah ikhwaniyyah dan kata-kata keji lainnya. Tapi kalau mereka (ustadz-ustadz di Wahdah) menyebut nama-nama orang yang memsuhi mereka itu tetap dengan kata-kata yang baik bahkan mendoakan mereka dengan kebaikan. Rupanya ini adalah salah satu dari implementasi firman Allah azza wajalla:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣)وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (٦٤)وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥)

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan kata-kata yang hina), mereka membalas dengan mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.” (QS. Al-Ahzab: 63-65)

Ya, ini juga bentuk kebahagiaan saya belajar manhaj dari mereka. mereka tidak saja mengajarkan manhaj, tapi juga mengajarkan bagaimana sebenarnya akhlak para salafusshalih itu.

Alhamdulillah, walau orang-orang yang tidak senang dengan berkembangnya dakwah islamiyyah yang di usung oleh ormas Wahdah Islamiyyah terus menebar kedustaan, tapi kedustaan-kedustaan itu tidak mampu membendung laju dai-dai Wahdah Islamiyyah. Mereka akan terus bertebaran diseluruh penjuru negri ini mendakwahkan kalimat tauhid dan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan sopan santun dan keramahan. Tidak karena telah berbaiat, DEMI ALLAH MEREKA TIDAK PERNAH MELAKUKAN HAL ITU. Tapi karena kesuka relaan dai-dai itu untuk menjadi pejuang-pejuang Allah dan kesyukuran mereka mendapat hidayah melalui lisan guru-guru mereka. karena itu mereka siap diarahkan. Itulah hasil dari militansi dakwah kader-kader Wahdah Islamiyyah. Mereka tidak ingin menjadi penonton dakwah, melainkan ingin menjadi bagian dari orang-orang yang akan menyusun pondasi-pondasi perubahan menuju peradaban yang gemilang dengan hadharatul islamiyyah.

Semoga saja orang-orang yang gemar menuduh Wahdah berani memperlihatkan kejantanannya untuk meminta maaf dan mengklarifikasi tuduhan-tuduhan dusta itu. teriring doa semoga semua bisa saling menguatkan ukhuwah dan bergandengan tangan berdakwah untuk meninggikan kalimat Allah. Aamiin.

Palembang, 5 Rabi’u ats-Tsani 1437 H
Ketua DPD WI Palembang

Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy 

6 komentar:

  1. Itulah sifat ibadurrahman para asatidz, semoga Allah menjadikan kita salah satu di antara ibadurrahman itu. Kita memohon pada Allah cinta-Nya, cinta dari orang2 yg mencintai-Nya dan menjadikan kita cinta pada apa yg mendekatkan kita kepada cinta-Nya.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah kalian sudh ruju' dari sebagian pemhmn batil tapi klo mau ruju' ke kebenaran jgn setengah2 hlngkn semua tuduhan itu ke WI klo lbh penting lagi klrifikasi donk ke syaikh roby agar kalian Wi bersih dari tuduhan sesat sanggup ust

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama ini bicara anda ngawur akhi. Sudah lama kmi katakan tuduhan klian terhadap kmi itu dusta.

      Ya, siap2lah mempertsnggung jawabkan kedustaan2 klian.

      Hapus
    2. Selama ini bicara anda ngawur akhi. Sudah lama kmi katakan tuduhan klian terhadap kmi itu dusta.

      Ya, siap2lah mempertsnggung jawabkan kedustaan2 klian.

      Hapus
    3. Selama ini bicara anda ngawur akhi. Sudah lama kmi katakan tuduhan klian terhadap kmi itu dusta.

      Ya, siap2lah mempertsnggung jawabkan kedustaan2 klian.

      Hapus

Silahkan Memberi komentar