Kamis, 12 Mei 2016

Janji Allah Mengabulkan Doa Setiap Hamba || Tadabbur Ayat Pilihan 13 || Surah al-Baqarah: 186



Allah azza wajalla berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Faidah:

1.    Firman Allah azza wajallaDan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat,penggalan ayat ini merupakan isyarat dari Allah azza wajalla bahwa setiap doa yang dipintakan kepada-Nya pasti akan dikabulkan.

Ketika seseorang meminta bantuan kepada sahabatnya, lalu sahabatnya mengatakan, “Tenanglah wahai saudaraku, aku dekat denganmu, aku bersamamu,” ini menunjukkan mudahnya bagi sahabat tersebut untuk menolong saudaranya tadi.

Maka Allah azza wajalla yang Maha Suci dari penyerupaan terhadap makhluk-Nya tentu lebih utama dengan sifat rahmat-Nya, yaitu Sifat yang penuh kasih sayang.

Oleh karena itu, ketika berbagai masalah kehidupan ini serasa begitu berat, sakit dan menyesakkan dada, ketika kita berdoa kepada-Nya namun jawaban dari masalah itu belum juga terjawab, ketika sesuatu yang kita harapkan terasa semakin menjauh, maka dekatilah Dia dan teruslah mendekat kepada-Nya, berdoalah dan teruslah berdoa dan memintalah dan teruslah meminta.

Allah hanya ingin melihat kesungguhnanmu, mendengar suaramu, baiknya persangkaanmu terhadap-Nya dan kuatnya keyakinan dan keimananmu bahwa engkau memiliki Rabb yang tidak akan meninggalkanmu sendiri.

Ketahuilah, saat kita berencana, Allah telah menetapkan. Engkau tidak perlu risau dengan ujian yang menimpamu, sebab esok, langit cerah akan muncul setelah langit mendung yang penuh dengan awan hitam pekat gelap itu pergi.

Mungkin awalnya gelap, mungkin cahaya kilatan petir dan suara gemuruh guntur serta kerasnya badai begitu mencekam dan menakutkanmu.

Tapi ketahuilah, hal yang membuatmu takut itu justru akan menurunkan tetesan-tetesan hujan yang penuh berkah, berlomba untuk turun ke bumi dengan membawa sejuta rahmat dari Tuhan untuk seluruh umat manusia.

2.      Firman Allah azza wajalla “Sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,” merupakan bentuk penguatan ruhiyyah yang Allah tanamkan dalam hati setiap manusia yang berharap kepada-Nya. Penguatan ruhiyyah tersebut dalam bentuk sikap optimis dan percaya diri serta menjauhkan sikap pesimis dan malu memohon pada-Nya, karena sesungguhnya Allah azza wajalla Maha Mampu mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan kepada-Nya.

Dalam satu hadits Qudsi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah azza wajalla berfirman:

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان فيك ولا أبالي يا ابن آدم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتني غفرت لك ولا أبالي

“Wahai anak cucu Adam selama engkau berdoa kepada-Ku dan senantiasa berharap kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni kesalahan-kesalahan yang pernah engkau perbuat dan tidak akan Aku hiraukan lagi. Wahai anak cucu Adam, jika seandainya dosa-dosamu telah mencapai tingginya langit lalu engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosa-dosamu dan tidak akan Aku hiraukan lagi.” (HR. Tirmidzi)

Dalam Hadits Qudsi yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah azza wajalla berfirman:

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْر

“Wahai hamba-hamba-Ku, jika seandainya makhluk-makhluk yang pertama kali diciptakan hingga yang terakhir kali diciptakan dari kalangan jin dan manusia, semuanya berdiri pada satu tanah yang lapang, lalu kemudian setiap dari mereka meminta kepada-Ku, lalu Aku berikan semua permintaan mereka, hal itu tidak akan mengurangi sesuatupun yang ada pada-Ku, kecuali seperti sebuah jarum yang dicelupkan  di dalam samudra.” (HR. Muslim)

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah berkata:

المرادُ بهذا ذكرُ كمال قدرته سبحانه ، وكمال ملكه ، وإنَّ مُلكَهُ وخزائنَه لا تَنفَدُ ، ولا تَنقُصُ بالعطاء ، ولو أعطى الأوَّلين والآخرين من الجنِّ والإنس جميعَ ما سألوه في مقامٍ واحدٍ

“Maksud dari hadits ini adalah Allah menyebutkan kesempurnaan kemampuan dan kerajaan-Nya, bahwasanya kerajaan-Nya serta perbendaharaan milik-Nya tidak akan pernah habis ataupun berkurang hanya karena kedermawanan Allah dalam memberi. Walaupun Allah memberikan semua hal yang diminta oleh orang-orang yang pertama kali diciptakan hingga yang terakhir kali diciptakan dari kalangan jin dan manusia ketika mereka berdiri pada satu tanah yang lapang.” (Jami’u al-Ulum wa al-Hikam: 257-258)

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sifat pesimis dan putus asa dalam berdoa. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ ، وَلاَ يَقُولَنَّ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي

“Apablia kalian berdoa, maka hendaknya dia besungguh-sungguh dalam menyebutkan permohonannya. Dan janganlah sekali-kali dia mengatakan “Yaa Allah jika engkau mau maka kabulkanlah permohonanku.” (HR: Bukhari dan Muslim)

3.     Firman Allah azza wajalla “Sesungguhnya Aku dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,” penggalan ayat ini tidak sekedar penguatan ruhiyyah dari azza wajalla agar setiap hamba tidak putus asa dan tidak malu saat berdoa kepada-Nya, tetapi juga menunjukkan bahwa Allah membukakan pintu-pintu harapan bagi hamba-hamba yang senantiasa menggantungkan sejuta harapan pada-Nya.

Allah berfirman, “Aku dekat, Aku mengabulkan permohonan,” kalimat ini merupakan pintu dari sejuta harapan itu. Allah menginginkan agar setiap manusia berharap hanya kepada-Nya, tidak berharap pada selain-Nya. Tidak pada orang shaleh yang telah terbungkus kafan dan terbaring di dalam kubur, tidak pada pohon-pohon besar yang dikeramatkan, tidak pada air yang berisi mantra-mantra dari seorang dukun, paranormal atau dukun yang berpenampilan ustadz, tidak pada si fulan dan si allan. Tidak!! Allah hanya menginginkan agar setiap manusia hanya menggantungkan harapan hanya kepada-Nya. “Aku dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,” demikian firman-Nya.

Penggalan ayat ini juga merupakan tantangan bagi setiap manusia yang mengaku cinta kepada Allah. Seberapa rindukah dia kepada-Nya?

Imam Ibnu Quddamah al-Maqdisi al-Hambali rahimahullah berkata:

فإن من أحب شيئا اشتاق إليه

“Sesungguhnya siapa yang cinta pada sesuatu, niscaya dia akan senantiasa rindu padanya.” (Mukhtashar Minhaju al-Qashidin: 368)

Maka setiap yang mengaku cinta kepada Allah, akan senantiasa mendatangi-Nya, memohon kepada-Nya, meminta petunjuk-Nya dan senantiasa berharap rahmat dan ampunan pada-Nya.

Maka engkau yang sedang tertimpa musibah, ingat baik-baik ayat penggalan firman Allah ini,  “Aku dekat, Aku mengabulkan permohonan.”  Ketahuilah Allah menginginkan engkau segera kembali pada-Nya, Allah menginginkan engkau berdoa langsung pada-Nya, Allah menginginkan engkau tidak ragu pada-Nya, Allah menginginkan engkau yakin pada-Nya, Allah menginginkan engkau rindu dan berharap pada-Nya, dan Allah berharap engkau hanya takut kepada-Nya. musibah itu tidak lain hanyalah segenggam rasa akan rasa kasih sayang-Nya padamu yang telah melampaui batas-batas-Nya.

Allah azza wajalla berfirman:

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الأدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الأكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat di dunia sebelum azab yang lebih besar di akhirat, Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajadah: 21)

Allah inginkan engkau kembali pada-Nya, hal itu karena Allah mencintaimu. Jika Dia telah mencintaimu, maka ketahuilah, sungguh, cinta-Nya laksana purnama yang menerangi, sinar mentari yang tak menyengat, semerbak harumnya bunga yang selalu menyegarkan, dimana wanginya tak akan pernah hilang atau memudar, karena kita berada pada sumber wewangian itu.

Cinta Allah kepada hamba-Nya memberikan kehidupan yang penuh dengan warna-warni yang tidak akan pernah jenuh untuk memandangnya. Cinta-Nya memberikan sejuta harapan dan arti bahwa semua yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari kehendak-Nya, sehingga kita tidak akan merasa pesimis, apalagi putus asa dalam menghadapi semua rintangan kehidupan. Sebab semua pilihan Allah, itulah yang terbaik untuk kita. Tidak hanya itu, cinta-Nya juga memberikan asa bahwa kehidupan esok akan berakhir dengan kebahagiaan.

4.  Firman Allah azza wajalla “Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku,” merupakan isyarat dari Allah azza wajalla bahwa Allah akan mengabulkan segala permohonan setiap hamba kecuali dengan memenuhi persyaratan-Nya, yaitu memenuhi perntah-Nya sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya dan beriman kepada-Nya sebagai wujud implementasi dari keyakinan kepada-Nya.

Imam Syaukani rahimahullah berkata:

كما أجبتهم إذا دعوني ، فليستجيبوا لي فيما دعوتهم إليه من الإيمان والطاعات ، وقيل : معناه : أنهم يطلبون إجابة الله سبحانه لدعائهم باستجابتهم له : أي : القيام بما أمرهم به ، والترك لما نهاهم عنه

“Maksud ayat ini yaitu seolah Allah mengatakan, “Sebagaimana Aku mengijabah (memenuhi) permohonan mereka, maka hendaknya juga mereka mengijabah perintah-Ku kepada mereka untuk beriman dan taat.” Dikatakan, bahwa maknanya juga adalah, “Mereka meminta Allah mengijabah doa-doa mereka dengan cara mereka memenuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.” (Fathul Qadir: 120)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها أثم ولا قطيعة رحم الا أعطاه الله بها إحدى ثلاث أما أن تعجل له دعوته واما أن يدخرها له في الآخرة واما أن يصرف عنه من السوء

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula memutuskan silaturrahmi, kecuali Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal. Mempercepat pengabulan doanya, atau menyimpannya agar dia mendapatkannya di akhirat atau memalingkan darinya keburukan.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

“Akan dikabulkan doa setiap diantara kalian, selama dia tidak tergesa-gesa. Dia berkata, “Aku telah berdoa kepada Allah namun belum di kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Abdurrahman Ibnu Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:

فمن دعا ربه بقلب حاضر، ودعاء مشروع، ولم يمنع مانع من إجابة الدعاء، كأكل الحرام ونحوه، فإن الله قد وعده بالإجابة، وخصوصا إذا أتى بأسباب إجابة الدعاء، وهي الاستجابة لله تعالى بالانقياد لأوامره ونواهيه القولية والفعلية، والإيمان به

“Maka siapa yang berdoa kepada Allah dengan menghadirkan hatinya, dan doa yang disyariatkan, serta tidak ada yang menghalangi terkabulnya doa seperti memakan makanan yang haram dan selainnya, Allah telah berjanji untuk mengabulkan doanya. Lebih khusus lagi jika seseorang melakukan sebab-sebab terkabulnya doa, yaitu melakukan perintah Allah dengan penerimaan secara ikhlas akan perintah-perintah itu, serta menjauhi larangan-larangan-Nya baik yang bersifat perkataan ataupun perbuatan, serta beriman kepada-Nya. (Tafsir as-Sa’di: 84)

Dari sini dapat kita pahami bahwa Allah menghendaki agar setiap hamba menuruti perintah-Nya untuk mendapat kasih sayang-Nya. Aturan-aturan yang Allah tetapkan merupakan bentuk ujian dari-Nya, akan seberapa besar cinta-Nya seorang hamba kepada-Nya. Bukan karena Allah tidak cinta pada hamba-hamba-Nya, namun Allah ingin menguji ketulusan cinta setiap orang-orang yang mengaku cinta kepada-Nya.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

إن قوما ألهتهم أماني المغفرة حتى خرجوا من الدنيا وليست لهم حسنة  يقول إني أحسن الظن بربي كذب ولو أحسن الظن بربه لأحسن العمل

“Sesungguhnya ada satu kaum yang terpedaya oleh angan-angan berupa ampunan dari Allah hingga tatkala mereka berlalu dari dunia ini mereka tidak melakukan satu amalan apapun. Ia berkata, “Aku berbaik sangka pada Tuhanku.” Sungguh ia telah berdusta. Jika seandainya ia berbaik sangka kepada Allah niscaya ia akan memperbaiki amalannya.” (al-Wajlu wa at-Tautsiq Bi al-Amal karya Ibnu Abi ad-Dunya: 28)

5.    Firman Allah azza wajalla “Agar mereka selalu berada dalam kebenaran” menunjukkan isyarat dari Allah, bahwa siapa yang senantiasa berharap kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya, niscaya Allah tidak hanya memberikan baginya apa yang dia minta, namun juga akan menunjukkan baginya jalan yang benar dikarenakan telah berbaik sangka kepada-Nya.

Hal ini berarti Allah sangat menyukai jika hamba-hamba-Nya senantiasa meminta dan berdoa kepada-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن إبليس قال لربه عز وجل : بعزتك وجلالك، لا أبرح أغوى بنى آدم ما دامت الأروح فيهم . فقال الله عز وجل : فبعزتي وجلالى، لا أبرح أغفر لهم ما استغفروني

“Sesungguhnya Iblis berkata kepada Rab-Nya: Demi kemulian-Mu dan keagungan-Mu. Saya akan senantiasa menyesatkan anak cucu Adam selama ruh-ruh mereka senantiasa ada dalam diri mereka. Maka Allah azza wajalla berfirman: Maka demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, Saya akan senantiasa mengampuni mereka selama mereka senantiasa memohon ampun kepada-Ku.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:


قَالَ اللَّهُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي.

“Allah azza wajalla berfirman: Aku sesuai persangkaan seorang hamba kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnu Quddamah al-Maqdisi rahimahullah menukil dari mujahid rahimahullah dia berkata:

يؤمر بالعبد يوم القيامة إلى النار، فيقول : ما كان هذا ظني فيقول : ما كان ظنك ؟ فيقول : أن تغفر لى، فيقول : خلوا سبيله

“Pada hari kiamat kelak, seorang hamba akan diperintakan untuk masuk ke dalam neraka, sehingga dia berkata: Aku tidak pernah berprasangka seperti ini. Maka Allah berkata: Lantas apa persangkaanmu? Dia berkata: Persangkaanku adalah engkau akan mengampuniku. Maka Allah berkata kepada para Malaikat: Berikan ia jalan ke surga.” (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin: 332)

6.     Penempatan ayat ini yang berada diantara ayat-ayat puasa mengisyaratkan bahwa amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak di bulan ramadhan adalah memperbanyak doa. Dan Allah akan mudah mengabulkan doa seorang hamba pada saat seorang hamba berpuasa.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

وفي ذكره تعالى هذه الآية الباعثة على الدعاء، متخللة بين أحكام الصيام، إرشاد إلى الاجتهاد في الدعاء عند إكمال العِدّة، بل وعندَ كلّ فطر

“Ketika Allah ta’ala menyebutkan ayat ini yang mengandung perintah doa dan terletak di tengah-tengah ayat yang menyebutkan hukum-hukum puasa, merupakan petunjuk agar bersungguh-sungguh dalam berdoa ketika menyempurnakan bilangan puasa bahkan setiap kali hendak berbuka puasa.” (Tafsir Ibnu Katsir: 1/201)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ.

“Sesungguhnya bagi seorang yang berpuasa pada saat dia berbuka doanya tidak akan tertolak.” (HR. Ibnu Majah)


Wallahu a’lam bishshowab

2 komentar:

  1. MANA BUKTINYA SUDAH 6 TAHUN SAYA BERDOA JANGANKAN MAU DI KABULKAN MALAH SAYA DI KASIH BENCANA APA ITU TUJUAN DOA MEMBERIKAN BENCANA /MUSIBAH PADA HAMBANYA, KATANYA PUASA MENGHILANGKAN SEGALA PENYAKIT TAPI PADAA SAAT PUASA MAAG SAYA MALAH NAMBAH PARAH APA KAH TUHAN ITU ADA??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukti keberadaan Allah itu ada, jika selama 6 tahun anda berdoa dan tidak dikabulkan juga, maka jangan salahkan Allah, coba periksa diri anda sendiri, pasti anda melakukan hal-hal yang menajadi tidak dikabulkannya doa.

      tentang puasa anda, hanya anda yang berkata seperti ini, dari jutaan kaum muslimin yang melakukannya. berarti memang ada yang salah pada diri anda bukan pada puasanya.

      Hapus

Silahkan Memberi komentar