Minggu, 19 Juni 2016

Apakah Wanita Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah Jika Shalat Isyraq Di Rumahnya?



Pertanyaan diajukan kepada samahatu asy-Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah:

Jika seseorang menetap di rumahnya setelah shalat fajar (subuh), lalu membaca al-Qur’an hingga terbit matahari, kemudian dilanjutkan dengan shalat isyraq dua raka’at, apakah pahalanya sama dengan orang yang menetap di masjid dalam melakukannya? Kami mohon kemurahan hati anda dan semoga Allah memanjangkan umur anda dalam ketaatan kepada-Nya.

Beliau menjawab:

Amalan ini memiliki kebaikan yang sangat banyak dan pahala yang sangat agung. Akan tetapi secara zhahir hadits-hadits yang menyebutkan tentang hal ini menyatakan bahwa tidak sama pahalanya, sebagaimana yang telah dijanjikan Allah, antara yang melakukannya di mushalla rumahnya dan yang melakukannya di masjid.

Akan tetapi, jika dia shalat fajar (subuh) di rumahnya karena sedang sakit atau karena rasa takut, kemudian dia menetap di mushalla rumahnya berdzikir dan membaca al-Qur’an hingga terbitnya matahari lalu shalat dua raka’at, maka dia mendapatkan pahala yang disebutkan dalam hadits-hadits itu (haji dan umrah secara sempurna), karena dia mendapatkan udzur ketika shalat di rumahnya.

وهكذا المرأة إذا جلست في مصلاها بعد صلاة الفجر تذكر الله أو تقرأ القرآن حتى ترتفع الشمس ثم تصلي ركعتين ، فإنه يحصل لها ذلك الأجر الذي جاءت به الأحاديث ، وهو أن الله يكتب لمن فعل ذلك أجر حجة وعمرة تامتين. والأحاديث في ذلك كثيرة يشد بعضها بعضا ، وهي من قسم الحديث الحسن لغيره. والله ولي التوفيق.

Demikian juga bagi seorang wanita, jika dia menetap di mushalla rumahnya setelah shalat fajar, dia berdzikir atau membaca al-Qur’an hingga terbitnya matahari kemudian shalat dua raka’at, maka dia mendapatkan pahala yang disebutkan dalam hadits-hadits tersebut, yaitu Allah akan mengganjarkan bagi yang melakukannya pahala haji dan umrah secara sempurna. Hadits-hadits pada masalah ini sangat banyak dan saling menguatkan satu sama lain. Dan hadits-hadits ini merupakan jenis hadits hasan lighairi.

Dan Allahlah yang senantiasa memberikan taufik. (Majmu’ al-Fatawa: 11/379)

Markaz Fatwa di bawah pengeawasan Dr. Abdullah al-Faqih menyebutkan:

ولا شك أن المرأة إذا فعلت ذلك في بيتها سيكون لها الأجر العظيم، وليس معنا من الدليل ما يدل على أن لها أجر حجة وعمرة تامة تامة تامة؛ إلا أننا نرجو لها ذلك من الله ما دامت قد جلست في مكان صلاتها ذاكرة الله، فالنبي صلى الله عليه وسلم صرح بأن صلاتها في بيتها خير لها من صلاتها في المسجد.
والله أعلم
      
“Dan tidak diragukan, bahwasanya jika seorang wanita melakukan shalat isyraq dua raka’at itu di rumahnya, niscaya dia akan mendapatkan pahala yang sangat agung. Kita tidak memiliki dalil yang menunjukkan bahwa wanita mendapatkan pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna dan sempurna jika dia melakukan shalat isyraq di rumahnya. Tapi kita berharap pada Allah untuknya pahala selama dia duduk di tempat shalatnya berdzikir kepada Allah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan secara jelas, bahwasanya seorang wanita jika shalat di rumahnya lebih baik dari jika dia melakukan shalat di masjid. Wallahu a’lam. (Fatawa Syabakah al-Islamiyah: 3/3973)  


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar