Minggu, 26 Juni 2016

Hati Seorang Ibu



يقول أحد الشباب :

Salah seorang pemuda berkata

حدث خلاف بيني وبين والدتي حتى وصل إلى اعتلاء الأصوات، وكان بين يدي بعض الأوراق الدراسية رميتها على المكتب و ذهبت لسريري والهم والله تغشى على قلبي وعقلي..

Pada suatu hari terjadi perseteruan antara aku dan ibuku, sampai-sampai suara kami meninggi. Sementara di hadapanku ada beberapa lembar kertas pembelajaran yang kulemparkan di atas meja. Akupun pergi ke ranjangku. Demi Allah, saat itu rasa sedih begitu menyelimuti hati dan akalku.

وضعت رأسي على الوسادة كعادتي كلما أثقلتني الهموم حيث أجد أن النوم خير مفر منها..

Aku letakkan kepalaku di atas bantal sebagaimana biasanya setiap kali rasa sedih begitu memenjarakanku. Tidur selalu menjadi pelarian terbaik kalau dalam keadaan seprti ini.

خرجت في اليوم التالي من الجامعة
فأخرجت جوالي وأنا على بوابة الجامعة، فكتبت رسالة أداعب بها قلب والدتي الحنون فكان مما كتبت:
" سمعت أن باطن قدم الإنسان ألين وأنعم من ظاهرها فهل يأذن لي قدمكم بأن أتأكد من صحة هذه المقولة بشفتاي ؟"

Keesokan harinya aku berangkat ke kampus. Ketika sampai di depan pintu kampus aku keluarkan handphoneku, lalu kucoba tulis sebuah pesan singkat berisi candaan untuk menyenangkan hati ibuku yang begitu penyanyang. Diantara pesan yang aku tulis adalah: “Aku mendengar bahwa telapak kaki seorang manusia lebih lembut dari punggungnya. Bolehkah engkau mengizinkanku untuk mengecek kebenaran perkataan ini dengan meletakkan bibirku di dasar kakimu?

وصلت للبيت وفتحت الباب وجدت أمي تنتظرني في الصالة ودموعها على خدها ..

Ketika aku telah sampai di rumah dan membuka pintu, ternyata ibuku sedang menungguku di ruangan dalam keadaan pipinya di banjiri air mata.

قالت: "لا لن أسمح لك بتقبيل قدمي ،
واما المقولة فصحيحة، وقد تأكدت من ذلك عندما كنت أقبل قدميك ظاهراً وباطناً يوم أن كنت صغيرا"

Dia berkata: “Tidak, aku tidak akan mengizinkanmu untuk mencium ke dua kakiku. Adapun perkataan yang engkau sampaikan itu merupakan sesuatu yang benar, telah aku buktikan ketika aku mencium kedua kakimu, punggung dan telapak kakimu saat kau masih kecil.”

ففاضت عيناي بالدموع..

Tiba-tiba air mataku meruah karena tangis.

سيرحلون يوما بأمر ربنا.. فَتقربوا لهُم قبل ان تفقدوهم وإن كانوا قد رحلوا فترحموا عليهم وادعوا لهم..اللهم ارحم والدينآ واغفر لهما وتجاوز عن سيئاتهما وأدخلهم فسيح جناتك. .

Suatu hari mereka akan pergi karena takdir dari Rab kita, maka mendekatlah kepada mereka sebelum kalian kehilangan mereka. Jika seandainya mereka telah pergi kepangkuan-Nya meninggalkan kalian, maka sayangilah mereka dengan terus mendoakannya. Yaa Allah sayangilah kedua orang tua kami, ampuni dosa-dosa dan kesalahan mereka berdua dan masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu.

من أروع ما كتبه علي الطنطاوي ..

“Diantara pesan yang mengharukan di tulis oleh Ali ath-Thantawi”

Diterjemahkan oleh: Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy

-----

Palembang, 21 Ramadhan 1437 H

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar