Jumat, 29 Juli 2016

Apakah Seorang Yang Bertaubat Harus Menqadha Semua Shalatnya??


Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, apakah seorang yang bertaubat harus mengqadha semua shalatnya yang telah ditinggalkannya selama beberapa tahun atau tidak. Jumhur ulama mengharuskan orang-orang yang bertaubat mengqadha shalatnya yang pernah ditinggalkan, alias semua shalat yang pernah ditinggalkan/tidak dikerjakan ketika masih berkecimpung dengan dunia maksiat harus diulangi semua.

Sedangkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, diikuti pula oleh Syaikh Utsaimin rahimahullah dan Syaikh Abdul Aziz Ibn Baz rahimahullah berpendapat bahwa seorang yang telah bertaubat dengan sungguh-sungguh yaitu dengan taubatan nasuha, maka cukup baginya taubat itu dan tidak perlu mengulangi shalat-shalatnya yang telah ditinggalkannya itu.

Sebab walau dia mengqadhanya, itu tidak bermanfaat baginya, karena telah berbuat zhalim akan dirinya sendiri. Maka wajib baginya untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh atas dosa yang amat besar yang ia lakukan itu. Pendapat ini yang kami pilih, sebab:

· Taubat menghapuskan kesalahan-kesalahan yang telah lalu.

Allah azza wajalla berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Az-Zumar: 53)

Syaikh Abdul Aziz Ibn Baz rahimahullah berkata:

“Para ulama bersepakat bahwasanya ayat yang mulia ini turun mengenai orang-orang yang bertaubat. Ayat ini menunjukkan pula bahwa Allah azza wajalla menghapus segala dosa, dan tidak ada kewajiban bagi mereka (yang meninggalkan shalatnya) untuk mengqadha semua shalat dan puasanya.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz: 10/314)

·    Ketika peristiwa Fathu Makkah, banyak manusia yang masuk dalam agama islam, sementara mereka tidak diperintahkan untuk mengulangi shalat yang pernah mereka tinggalkan sebelum beragama islam. Padahal diantara penyebab orang-orang kafir di azab dalam neraka Saqar adalah karena mereka tidak shalat kepada Allah.

Allah azza wajalla berfirman:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (٤٢) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (٤٣) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (٤٤) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (٤٥) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (٤٦) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (٤٧)

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada Kami kematian". (QS. Al-Mudatstsir: 42-47)

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata: “Ayat ini menjadi dalil bahwa orang-orang kafir juga termasuk orang-orang yang dibebankan dalam syariat.” (Fathul Qadir: 1555)

Artinya, jika seandainya kaum kafir dibebankan syariat dan akan dimintai pertanggung jawabannya pula akan ketidak shalatan mereka, maka harusnya pada saat peristiwa Fathu Makkah, saat orang-orang berbondong-bondong masuk islam, tidak ada perintah bagi mereka untuk mengulangi shalat yang pernah mereka tinggalkan. Ini menjadi dalil bahwa orang-orang yang telah bertaubat dengan taubatan nasuha, dengan sungguh-sungguh dan menangisi dosa besarnya itu, tidak perlu mengqadha semua shalat yang telah ditinggalkannya selama bertahun-tahun.

·   Sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, banyak orang-orang dari kabilah Arab yang kembali kafir, namun di zaman Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma mereka kembali beriman. Tidak ada perintah bagi mereka untuk mengulangi shalat yang pernah mereka tinggalkan ketika mereka murtad setelah mereka bertaubat.

Alasan-alasan ini merupakan hujjah yang disebutkan oleh Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah, bahwa orang-orang yang bertaubat akan dosa-dosa mereka tidak perlu mengulangi seluruh shalat yang pernah ditinggalkan selama bertahun-tahun, atau beberapa bulan lamanya.

Wallahu a’lam.

Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar