Rabu, 03 Agustus 2016

Bijaknya Sang Malam



Dalam keheningan malam menenangkan, "Kau tak perlu khawatir akan segala problema yang kau hadapi, tenanglah. Kini kau aman dalam hening dan sunyiku. Istrahatlah sejenak dalam gelap, semilir angin dan pekat malam akan menghibur jiwamu yang kusut, tersenyumlah".

Malam meyakinkan, "Kawan, aku bersama Rabbku dan Rabbmu disepertigaku, yang kan mengabulkan semua pintamu. Hajatmu akan terwujud dalam simpul-simpul doa yang kau panjatkan. Jiwa merayumu tuk gundah, kau pun sedih, kau bimbang. Abaikanlah, nikmati kidung cintaku dalam dekapan cinta-Nya bersama heningku.

Malam menguatkan, " Kawan, kebahagian hakiki kan kau dapat di dalam surga, itu milikmu insya Allah. Allah tidak sedang membencimu, tapi Dia sedang membuka satu dari sejuta pintu cinta-Nya agar kau dapat bertemu dengan-Nya dalam keadaan tidak memiliki dosa sedikitpun. Bangkit dan semangatlah".

Malam mengingatkan, "Kawan, ingatlah kau masih bersamaku, sang malam. Itu artinya kau masih bersama pusaran waktu yang setiap saat dapat merubah keadaan, istiqamahlah. Bila esok kau berjumpa siang, itu pertanda aku telah pergi, akan ada malam-malam lain yang kan menemani kisah-kisahmu. Ingat, itu juga pertanda bahwa masamu sudah dekat, tubuhmu akan lemah, rambutmu akan putih, semntara rumahmu yang baru sudah siap dalam tanah yang sempit.

Ingatlah, kalau kau yang hari ini, bukanlah kau yang dahulu masih bersama ayunan sang ibu, hangatnya pelukan sang ayah, yang hanya dengan tangismu mereka akan memberikan yang kau pinta. Kau mungkin sudah menjadi seperti mereka sekarang, dan telah merasakan berat dan derita atas apa yang mereka rasakan dahulu, bagaimana menjadi orang tua yang baik.

Kawan, jika kau mersakan berat yang menyesakkan dada itu, sedang kau bukan lagi si kecil yang manja, ingat kau masih bersamaku sang malam. Duduklah bermunajat dalam gelap lalu menangislah di hadapan ar-Rahman. Menangislah dan teruslah menangis layaknya kau dahulu meminta sesuatu pada ibumu, hingga Dia memberikan pintamu itu. Ketahuilah kau sedang meminta pada Rabb penciptaku yang lebih memiliki belas kasih dari ibumu, karena Dialah sang Empunya kasih.

-------

Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar