Selasa, 06 Desember 2016

Syarah Umdatul Ahkam || Hadits No 10



Syarah Umdatul Ahkam
Halaqah Ke 10
Kitab Thaharah

Hadits No 10

عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - عَنْ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ : (( إنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيَامَةِ غُرّاً مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ )) . فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ : (( رَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ , فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ حَتَّى كَادَ يَبْلُغُ الْمَنْكِبَيْنِ , ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى رَفَعَ إلَى السَّاقَيْنِ , ثُمَّ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ : إنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرَّاً مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ )) فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ وَتَحْجِيلَهُ فَلْيَفْعَلْ .

وَفِي لَفْظٍ لِمُسْلِمٍ: سَمِعْتُ خَلِيلِي - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: (( تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنْ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوُضُوءُ )) .
يُدْعَوْنَ : يُنَادَوْنَ .

Dari Nu’aim al-Mujmir dari Abu Hurarirah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda: “Sesungguhnya umatku akan didatangkan pada hari kiamat dalam keadaan wajah putih berseri karena bekas air wudhu.” Maka siapa saja yang ingin memperpanjang cahanya maka hendaknya ia lakukan. (HR. Bukhari)

Dalam lafazh riwayat imam Muslim rahimahullah, “aku melihat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berwudhu, maka ia membasuh wajah dan kedua tangannya hingga hampir sampai bahunya, kemudian ia mencuci kakinya hingga sampai betisnya,” kemudian ia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya umatku akan di datangkan pada hari kiamat dalam keadaan wajah putih berseri karena bekas air wudhu” Maka siapa yang ingin memperpanjang cahayanya maka hendaklah ia melakukannya. (HR. Muslim)

Juga dalam riwayat imam Muslim, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perhiasan seorang mukmin adalah sejauh basuhan air wudhunya.” (HR. Muslim)

Pelajaran:

1. Yang dimakusud dengan umat pada hadits ini adalah umatul ijabah yaitu orang-orang yang mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berjalan di atas petunjuknya. (Syarah Umdatul Ahkam Karya Syaikh Dr. Sa’ad Ibn Nashir asy-Syatsri hafizhahullah: 40)

2. Anjuran untuk mentajdid (memperbaharui) wudhu, karena ia merupakan perhiasan seorang mukmin .

3. Diantara keutamaan wudhu adalah seseorang yang membiasakannya akan putih bercahaya wajahnya pada hari kiamat, yang dengannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dapat mengenal umat-umatnya.

4. Mazhab Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dalam berwudhu boleh membasuh tangan sampai bahu atau ketiak, serta mencuci kaki sampai betis. Ini merupakan ijtihad beliau yang beliau pahami dari hadits, akan tetapi mazhab beliau menyelisihi mazhab mayoritas sahabat dalam berwudhu, dimana mereka tidak menukil tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Hurairah. Maka perkataan seorang sahabat jika diselisihi oleh diselisihi sahabat yang lainnya maka ia bukanlah hujjah. (Syarah Umdatul Ahkam Karya Syaikh Dr. Sa’ad Ibn Nashir asy-Syatsri hafizhahullah: 40)


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar