Rabu, 28 Desember 2016

Tadabbur Ayat Pilihan 23 || Surah Ali Imran: 142 || Tertipu Oleh Amalan Baiknya



Tadabbur Ayat Pilihan 23 || Surah Ali Imran: 142
Tertipu Oleh Amalan Baiknya

Allah azza wajalla berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 142)

Faidah:

1. Siapa yang ingin masuk surga, maka hendaklah ia bersiap melalui jalan yang terjal dan sulit serta bersabar untuk tidak melakukan maksiat yang amat lezat dipandang mata.

Syaikh Ali ath-Thantawi rahimahullah berkata:

فمن كان يحب الراحة ولا يريد أن ينزعج ولا أن يخالف نفسه ولا أن يتحمل مشقة فهذا لا يستطيع سلوك طريق الجنة. إن من يريد أن يسلك طريقها عليه أن يعيد نفسه للمتاعب والمشقات وأن يصبر عن المعاصي اللذيذة فلا يقربها وأن يصبر على الطاعات الصعبة فلا يقصر فيها

Maka saiapa saja yang lebih ingin bersantai-santai, dan tidak ingin terganggu, tidak ingin menyelisihi jiwanya, tidak mau bersabar atas kerasnya ujian, maka orang seperti ini tidak akan bisa menapaki jalan menuju surga.

Sesungguhnya siapa saja yang ingin menapaki jalan menjuju surga, maka hendaknya ia mempersiapkan diri untuk merasakan lelah, siap menghadapi ujian yang berat, dan hendaknya ia bersabar untuk tidak mendekati kemaksiatan yang begitu lezat dalam pandangannya, serta bersabar dalam melaksanakan ketaatan yang terasa berat, hendaklah ia tidak bermalas-malasana dalam melakukannya. (Nur Wa Hidayah: 240-241)

2. Balasan yang besar akan didapatkan melalui perjuangan dan pengorbanan yang besar pula.

Imam al-Ghazali rahimahullah berkata:

العقلاء يستحيون أن يطلبوا السلعة الغالية بالثمن التافة

Orang-orang yang berakal itu merasa malu jika mencari barang yang mahal lalu ingin membayarnya dengan harga yang sangat rendah. (Liyaddabbaru Aayatih: 138)

3. Diantara manusia ada yang tertipu oleh amalannya, mereka berfikir dengan amalan-amalan kebaikannya itu sudah dapat menjamin dirinya untuk masuk ke dalam surga, lalu mereka lupa akan dosa-dosanya yang begitu banyak, waliyadzubillah.

Syaikh Muhammad Ibn Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

نعيش في الدنيا نذنب ليل نهار ونحن مع ذلك نظن أننا حتما سندخل الجنة ونسينا أن آدم عليه السلام أخرج من الجنة بمعصية واحدة


Kita hidup di dunia selalu saja berbuat dosa di waktu siang dan malam. Namun dengan perbuatan kita itu, kita tetap saja berprasangka pasti akan masuk surga, lalu kita lupa bahwa Adam ‘alaihissalaam pernah dikeluarkan dari surga hanya karena satu maksiat yang dia lakukan.” (perkataan ini hanya dinisbatkan kepada beliau) 

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar