Kamis, 29 Desember 2016

Tadabbur Ayat Pilihan 24 || Surah Ali Imran: 133 || Bergegaslah Pada Ampunan-Nya



Tadabbur Ayat Pilihan 24 || Surah Ali Imran: 133
Bergegaslah Pada Ampunan-Nya

Allah azza wajalla berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣)

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

Faidah:

1. Allah azza wajalla sangat memahami makhluk-makhluk-Nya bahwa mereka selalu saja berbuat kesalahan di siang dan malam hari, pagi ataupun sore hari. Karena itu Allah membukakan pintu ampunan-Nya agar mereka kembali kepada-Nya.

2. Luasnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang telah menzhalimi diri mereka sendiru. Allah tidak ingin melihat hamba-hamba-Nya itu putus asa karena dosa, hingga menjadikan mereka semakin binasa dengan berlarut-larut dalam melakukan dosa itu, atau beralih melakukan dosa yang lain karena menganggap dirinya sudah tidak akan diampuni.

3. Anjuran bersegera dalam bertaubat dan tidak menunda-nundanya. Dalam ayat ini Allah mengisyaratkan bahwa kematian itu tidak menunggu seseorang, kapan hatinya siap dengan perubahan, kapan hatinya mulai menerima perubahan, kapan ia akan istiqamah terhadap perubahan dirinya.

4. Allah azza wajalla sangat senang jika hamba-hamba-Nya kembali kepada-Nya. Karena itu, dalam hal taubat kepada-Nya, Allah azza wajalla selalu menyemangati hamba-hamba-Nya agar kembali kepada-Nya  dengan menggunakan kata-kata “Wasari’uu” (bergegaslah), fafirru (berlarilah) wasaabiqu (berlombalah). Beda halnya ketika Allah membolehkan makhluk-Nya mencari kehidupan dunia, Allah hanya menggunakan kata-kata biasa yang tidak bermkna cepat, seperti “Famsyu” (berjalanlah).

5. Allah azza wajalla memang selalu membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya, akan tetapi hal ini tidak berarti membolehkan seorang hamba untuk bermudah-mudahan dalam melakukan dosa, sebab bermudah-mudahan dalam melakukan dosa bukanlah sifat-sifat orang-orang yang bertakwa, sementara surga itu dipersiapkan hanya untuk orang-orang yang bertakwa.


6. Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazhzhalimin.  

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar