Senin, 05 Desember 2016

Tidak Inginkah Engkau Jika Allah Selalu Mengingatmu || Tadabbur Surah al-Baqarah: 152-154



Tadabbur  Ayat Pilihan 17 || Surah al-Baqarah: 152-153
Tidak Inginkah Engkau Jika Allah Selalu Mengingatmu

Allah azza wajalla berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ (١٥٢) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (١٥٣) وَلا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لا تَشْعُرُونَ (١٥٤)

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al-Baqarah: 152-153)

Faidah:

1. Allah azza wajalla menjadikan cobaan berupa musibah yang teramat berat menimpa seorang manusia sebagai sarana baginya untuk kembali mengingat Allah, dengannya Allahpun akan mengingat hamba-Nya.

Tsabit al-Bunani rahimahullah berkata:

قال ثابت البناني رحمه الله إني أعلم متى يذكرني ربي عز و جل ففزعوا منه وقالوا كيف تعلم ذلك فقال إذا ذكرته ذكرني

“Sesungguhnya aku tahu kapan Rabku azza wajalla akan mengingatku,” orang-orang disekitarnya pun terkejut dan berkata, “Bagaimana engkau mengetahui hal itu?” Ia berkata, “Kalau aku mengingat-Nya niscaya Dia akan mengingatku.” (Ihyaa Ulum ad-Din Karya Imam al-Ghazali: 1/294)

2. Berbaik sangka kepada Allah azza wajalla atas takdir yang ditetapkan bagi seorang manusia adalah jalan menuju kebahagian yang hakiki. Seorang manusia yang telah meyakini bahwa tidak ada yang dapat memuaskan dan membahagiakan dirinya kecuali keputusan Allah, maka tidak ada yang dapat membahayakan dirinya.

Walaupun kesedihan tetap ada, tapi  rasa sedih itu hanya sedikit jika dibanding besarnya kebahagiaan yang ia rasakan, yang merupakan karunia dari Rabnya. Karena itu Allah memerintahkannya untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolongnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

وأفضل ما يستعين به من له عناية بدينه : القناعة وحسن الظن بالله والثقة بما ضمن له من الرزق وخوف الحساب ومراقبة الجليل و قوله الحق (( فاذكروني أذكركم واشكروا لي ولا تكفرون))

Sesuatu yang paling utama bagi seorang hamba yang memiliki inayah terhadap agamanya, dimana dengannya ia memohon pertolongan kepada Allah adalah memiliki sifat qana’ah (merasa cukup dengan apa yang ada dirinya), husnuzhan (berbaik sangka), percaya akan rezki yang telah dijaminkan kepadanya, takut pada perkara hisab, merasa diawasi oleh Allah azza wajalla, dan firman Allah yang hak “Ingatlah Aku niscaya Aku akan mengingatmu, syukurilah nikmat-Ku dan jangan engkau ingkari.” (Syarah Hadits Nuzul: 610/ Dinukil dari kitab Liyaddabbaru aayatihi: 73)

3. Allah azza wajalla memberikan contoh salah satu ujian terbesar yang dirasakan seorang hamba yaitu kematian seorang manusia yang sangat dicintai dalam hidupnya. Tentu kepergiannya merupakan sesuatu yang terasa amat menyedihkan, berat, menyesakkan dada, tak kuasa untuk menerima kepergiannya. Tapi bagi yang yakin dengan keputusan Allah, Allah mengibur mereka dengan janji yang tidak pernah diingkari-Nya.

Seorang yang wafat dalam keshalihannya, niscaya akan merasakan kenikmatan di alam kuburnya. Begitu juga dengan ujian-ujian yang lainnya, ada janji-janji dari Allah yang tak akan diingkari oleh-Nya, yang jika saja seorang hamba itu sedikit bersabar dalam menghadapi ujiannya, niscaya ia akan meraihnya.

4. Kepadamu yang sedang dirundung duka, yang sedang terbelenggu oleh kesedihan, hapus air matamu, tabahkan hatimu, kuatkan imanmu, jika engkau sedang merasakan kesedihan yang begitu dalam, berat dan menyesakkan dadamu, maka ingatlah Allah, sebutlah nama-Nya dan pujilah Dia dengan keagungan-Nya. Tidak inginkah engkau jika Allah senantiasa menyebut namamu? Tersenyumlah...

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar