Rabu, 29 November 2017

Hukum Selimut, Bantal Dan Kasur Bergambar



Tsaqafah Ilmiyah
Halaqah 2

Hukum Selimut, Bantal Dan Kasur Bergambar

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah pernah ditanya dengan pertanyaan berikut:

المفارش والبطانيات التي فيها صور ذوات الأرواح، هل تعتبر من الأشياء المهانة، وهل في بقائها في غرف النوم حرج؟

Tempat tidur dan selimut yang terdapat padanya gambar makhluk bernyawa, apakah dianggap sebagai perkara-perkara yang dihinakan dan apakah dengan keberadaannya di dalam kamar tidur menjadi sesuatu yang dipermasalahkan (dalam syariat)?

Jawaban beliau:

لمفارش والوسائد واللحف ونحوها مما يمتهن لا يضر وجود الصورة فيها، وقد ثبت عن عائشة - رضي الله عنها - أن النبي - صلى الله عليه وسلم - لما رأى في ستر عندها صورة هتك ذلك وأنكره، قالت: (فاتخذنا منه وسادتين يتكئ عليهما النبي عليه الصلاة والسلام)

Tempat tidur, bantal, selimut dan selainnya yang dianggap remeh maka tidak mengapa jika padanya terdapat gambar-gambar. Telah tsabit dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau melihat tabir yang dimilikinya, dimana tabir tersebut terdapat gambar padanya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memotongnya dan mengingkari hal itu.

Maka Aisyah radhiyallaha berkata: “Maka kami mengambil tabir tersebut dan menjadikannya sebagai sarung bantal yang dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersandar padanya. Lihat: Website Resmi Syaikh Bin Baz, Hukmu al-Shuwar Allati Fi al-Mafarisy wa al-Bathaniyah, https://www.binbaz.org.sa/noor/1908 (13 Rabiul Awal 1439 H).

Makassar, 13 Rabiul Awal 1439 H
Penerjemah: Abu Ukkasyah Wahyu al-Munawy


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar