Selasa, 28 November 2017

Larangan Berbuat Zalim dan Kikir



Penjelasan Hadits Pilihan
Halaqah 1

Larangan Berbuat Zalim dan Kikir

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

« اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ ».

Jauhilah perbuatan zalim, sesungguhnya dia adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat. Dan jauhilah kekikiran, sesungguhnya ialah yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir itu membawa mereka untuk saling membunuh dan menghalalkan apa-apa yang diharamakan kepada mereka.

Faidah:

1. Hadits ini merupakan dalil bahwa islam melarang berbuat zalim dan kikir.

2. Kezaliman akan dibalas pada hari kiamat dengan azab yang berlipat-lipat pada hari kiamat. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa kezaliman akan mejadi kegelapan yang berlipat-lipat pada hari kiamat.

3. Kata kegelapan bermkana seseorang tidak bisa melihat, atau buta. Hadits ini berkaitan dengan firman Allah azza wajalla:

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ ١٢٤  قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِيٓ أَعۡمَىٰ وَقَدۡ كُنتُ بَصِيرٗا ١٢٥

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS. Thaha: 124-125)

Para ulama berbeda pendapat mengenai ayat ini tentang makna buta. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa seseorang akan buta matanya dan tidak bisa melihat, sedang sebagian ulama berpendapat bahwa yang buta adalah mata hatinya, bukan matanya. Sebagaimana firman Allah Azza wajalla:

وَرَءَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٱلنَّارَ

“Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka”. (QS. Al-Kahfi: 53)

Untuk memahami ayat ini, sebagian ulama menggabungkan kedua ayat ini -ini pendapat yang benar wallahu a’lam-, sebagaimana perkataan Ikrimah rahimahullah, “Seseorang pada hari kiamat akan dibuat buta matanya dan tidak dapat melihat apapun kecuali neraka”. Lihat: Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir (Cet. II; t.t.p: Dar Thayyibah Li al-Nasyr wa al-Tauzi’, 1420 H.) vol. 5, h. 324.

Hal ini merupakan sebagai bentuk siksaan bagi mereka, dimana mereka tidak dapat melihat apapun kecuali neraka.

4. Kezaliman terbagi dua, ada yang berkaitan dengan hak-hak Allah Azza wajalla dan ada yang berkaitan dengan hak-hak manusia. Kezaliman yang berkaitan dengan hak-hak Allah misalnya, menyekutukan Allah dalam peribadatan kepada-Nya, mendustakan ayat-ayat-Nya, berdutsa atas nama-Nya dan lainnya. Sedangkan kezaliman atas manusia seperti menyebut saudara kita dengan hal-hal yang tidak disukai olehnya atau menuduhnya dengan dusta serta perbuatan buruk lainnya terhadap mereka.

5. Diantara bentuk kezaliman adalah kezaliman terhadap diri sendiri. Contohnya adalah merokok. Perbuatan ini merupakan kezaliman pada diri sendiri, sebab merokok adalah racun yang dapat membunuh.

6. Kekikiran dapat menumbuhkan syahwat pada diri seseorang untuk menguasai harta orang lain, sehingga dengan hal tersebut dia menghalalkan harta orang lain dengan membunuh atau menghalakan apa yang diharamkan Allah demi menguasa harta tersebut.

7.  Perbuatan zalim dan kikir merupakan perbuatan yang menjadi sebab kehancuran orang-orang sebelum kita.

Tulisan dibuat sebagai perbaikan materi yang disampaikan di Umat tv pagi ini. Semoga Allah mengampuni segala kesalahan.

Makassar, 10 Rabiul Awwal 1439 H
Abu Ukkasyah Muhammad Ode Wahyu al-Munawy


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Memberi komentar